Indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 18,5 poin atau sekitar 0,3 persen pada perdagangan sesi I. Berdasarkan data yang dikutip dari Investor Daily, pergerakan ini membawa indeks ke level 6.113,4 pada Jumat (22/5/2026).
Sepanjang paruh pertama perdagangan, indeks bergerak fluktuatif pada rentang batas bawah 5.966 hingga batas atas 6.135. Di tengah performa positif tersebut, lima saham mencatatkan lonjakan harga yang signifikan dan menembus jajaran top gainers, termasuk DFAM dan DEPO.
Data dari Bursa Efek Indonesia (IDX) menunjukkan volume perdagangan paruh pertama mencapai 18,5 miliar saham. Total nilai transaksi yang dibukukan menyentuh angka Rp 10,16 triliun, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,12 juta kali transaksi.
Kondisi pasar secara umum memperlihatkan persaingan yang ketat antara saham yang menguat dan melemah. Sebanyak 346 saham terpantau bergerak naik, sementara 372 saham mengalami penurunan, dan 241 saham lainnya tidak bergerak atau stagnan.
Sektor barang baku menjadi motor utama pergerakan dengan memimpin penguatan sebesar 3,78 persen pada penutupan sesi I. Sektor energi menyusul di posisi berikutnya dengan kenaikan sebesar 2,31 persen.
Beberapa sektor lain yang turut bertahan di zona hijau adalah sektor barang konsumen primer yang naik 1,05 persen, sektor transportasi tumbuh 0,46 persen, sektor infrastruktur terangkat 0,38 persen, dan sektor perindustrian menguat tipis 0,01 persen.
Sebaliknya, tekanan jual melanda beberapa sektor seperti sektor properti yang merosot 0,71 persen dan sektor teknologi yang turun 0,64 persen. Sektor keuangan juga melemah 0,47 persen, diikuti sektor barang konsumen non-primer sebesar 0,2 persen, serta sektor kesehatan yang terkikis 0,11 persen.
Pada saat indeks mengalami rebound, terdapat lima saham yang mencatatkan keuntungan paling besar bagi investor dengan rentang kenaikan harian mencapai 18 persen hingga 23 persen.
Saham PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) memimpin dengan lonjakan sebesar 23,85 persen menjadi Rp 135. Disusul oleh PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) yang melesat 23,53 persen ke posisi Rp 840, dan PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) yang melonjak 20,37 persen ke level Rp 130.
Selanjutnya, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan peningkatan harga sebesar 18,44 persen menjadi Rp 7.225. Saham PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) melengkapi daftar tersebut dengan kenaikan 18,18 persen ke harga Rp 286.
Di sisi lain, terdapat jajaran saham yang mengalami penurunan harga cukup dalam. PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) merosot 14,79 persen menjadi Rp 288, sementara PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) terkoreksi sebesar 14,55 persen ke level Rp 141.
Pelemahan juga dialami oleh PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) yang jatuh 14,42 persen menjadi Rp 178. Kemudian saham PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) terjungkal 14,22 persen ke posisi Rp 995, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) menyusut 14,1 persen menjadi Rp 9.750.