IHSG Berhasil Rebound 1,10 Persen ke Level 6.162,04

IHSG Berhasil Rebound 1,10 Persen ke Level 6.162,04
Foto: Ilustrasi IHSG Berhasil Rebound 1,10 Persen ke Level 6.162,04.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil bangkit dan ditutup menguat pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Dilansir dari Investortrust, indeks mencatatkan kenaikan sebesar 67,1 poin atau 1,10 persen ke level 6.162,04.

Meskipun indeks mengalami penguatan, investor asing justru membukukan penjualan bersih (net sell) mencapai Rp 309,45 miliar. Aksi lepas saham oleh pemodal asing paling banyak melanda saham BBCA sebesar Rp 322,37 miliar dan BMRI senilai Rp 287,86 mliar.

Saham TPIA juga mencatatkan net sell senilai Rp 156,40 miliar, disusul AMMN sebesar Rp 156,32 miliar, dan TLKM senilai Rp 152,17 miliar. Sebaliknya, aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing melanda saham FILM sebanyak Rp 365,37 miliar dan LPKR mencapai Rp 212,15 miliar.

Tiga saham lain yang juga diburu asing adalah MDKA senilai Rp 173,62 miliar, BRMS mencapai Rp 171,23 miliar, dan TINS sebesar Rp 80,92 miliar. Kenaikan indeks pada perdagangan ini didorong oleh penguatan mayoritas sektor saham.

Sektor material dasar memimpin penguatan dengan kenaikan 6,85 persen, diikuti sektor energi sebesar 4,84 persen, dan konsumer primer 2,58 persen. Sektor industri juga menguat 2,32 persen serta infrastruktur naik 1,53 persen, sementara penurunan melanda sektor keuangan.

Lonjakan harga saham emiten yang terafiliasi dengan Boy Thohir turut menopang pergerakan indeks, seperti EMAS, MDKA, AADI, ADRO, dan MBMA. Penguatan ini didukung pula oleh saham INCO, RATU, TINS, hingga BRPT, sedangkan TPIA, DSSA, dan BREN menjadi pemberat.

Sejumlah saham berhasil mencatatkan kenaikan harga paling pesat hingga menyentuh auto reject atas (ARA). Saham MDKA melonjak 24,77 persen menjadi Rp 2.720, CTBN naik 25 persen menjadi Rp 5.750, dan PBSA meningkat 25 persen menjadi Rp 850.

Emiten EMAS juga menguat 19,67 persen ke posisi Rp 7.300 dan ENRG melesat 22,13 persen menjadi Rp 1.490. Performa ini berbanding terbalik dengan perdagangan hari sebelumnya, di mana IHSG anjlok signifikan sebesar 223,56 poin atau 3,54 persen ke level 6.094.

Pelemahan tajam tersebut membuat IHSG menyusut hingga 11 persen dalam lima hari terakhir, dengan net sell asing mencapai Rp 508 miliar. Tekanan pada hari sebelumnya terjadi akibat respons terhadap pernyataan S&P Global Ratings mengenai wacana pengendalian ekspor.

S&P Global Ratings menilai kebijakan tersebut berpotensi menekan kinerja ekspor, penerimaan pemerintah, serta meningkatkan risiko neraca pembayaran Indonesia. Kondisi itu memicu kekhawatiran terhadap prospek stabilitas makroekonomi dan outlook rating Indonesia.

Pada perdagangan kemarin, sektor material dasar melemah paling dalam sebesar 6,53 persen, disusul sektor energi 6,91 persen, dan konsumer primer 6,05 persen. Sektor industri juga turun 5,37 persen, infrastruktur susut 5,58 persen, serta transportasi anjlok 4,92 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi