Penulis : Erta Darwati 21 Mei 2026 | 17:15 WIB
Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar)
JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi berpotensi menguji level 6.000 pada perdagangan, Jumat (22/5/2026).
IHSG ditutup melemah di level 6.094,9 (3,54%) pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Di tengah minimnya katalis positif, IHSG kembali mengalami tekanan jual akibat sentimen negatif yang datang bertubi-tubi.
Semua sektor melemah dengan pelemahan terbesar pada sektor energi (6,91%), yang dipicu oleh turunnya harga minyak mentah dan kebijakan Menteri ESDM yang memerintahkan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas untuk segera menyerahkan hak partisipasi sebesar 10% kepada pemerintah daerah.
Selain itu, respon negatif dari kebijakan pemerintah mengenai ekspor CPO dan batubara dilakukan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia serta kenaikan BI Rate, telah mendorong pelemahan pada beberapa saham perbankan dan pertambangan.
Adanya isu margin call saham TPIA yang beredar di pasar juga menambah sentimen negatif. Rupiah juga ditutup melemah 0,07% di level Rp 17.667 per dollar AS.
ÔÇ£Secara teknikal, IHSG telah menutup gap di 6.092. Jika tekanan jual berlanjut, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis di 6.000. Support kuat berikutnya di level 5.882,ÔÇØ tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Kamis (21/5/2026).
Sementara itu, MNC Sekuritas memprediksi area koreksi IHSG berikutnya akan menguji ke 5.899-5.999.
MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham BBCA, HMSP, PGAS, dan WIIM untuk trading, Jumat (22/5/2026).
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
BBCA Bonyok, Kalaupun Naik Paling Banter ke Sini
IHSG Ambles, tapi 5 Saham Melonjak
IHSG Anjlok usai Badan Ekspor Diumumkan, Purbaya: Pasar Belum Paham
Bisa Tekan Margin Laba hingga Dividen Emiten
IHSG Ambruk ke Level Terendah, Dihantam Tiga Sentimen Sekaligus
Finance 6 menit yang lalu BI Rate Naik, BMRI Jaga Pertumbuhan Kredit Bank Mandiri tetap konsisten menjaga pertumbuhan kredit tetap optimal di tengah kebijakan suku bunga acuan yang naik.
Macroeconomy 9 menit yang lalu Giliran MoodyÔÇÖs Soroti Kebijakan ÔÇÿEkspor Satu PintuÔÇÖ Prabowo Menurut MoodyÔÇÖs, rencana ekspor yang terpusat memang dapat mendukung arus masuk valuta asing, namun meningkatkan risiko distorsi pasar.
Market 10 menit yang lalu Tingkatkan Perdagangan Karbon, OJK Sampaikan Revisi Aturan ke Komisi XI DPR OJK sampaikan revisi aturan penyelenggaraan bursa karbon ke Komisi XI DPR sehubungan Perpres No 110 Tahun 2025, guna tingkatkan perdagangan.
Business 16 menit yang lalu ASDP Rampungkan Revitalisasi Pelabuhan Bajoe Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bajoe, Sulawesi Selatan, kini memasuki babak baru.
Finance 21 menit yang lalu BBNI Yakin Kebijakan DHE SDA Perkuat Stabilitas Rupiah BNI mendukung penuh langkah pemerintah yang akan mulai memberlakukan aturan baru mengenai DHE SDA mulai 1 Juni.
National 26 menit yang lalu Perputaran Investasi Bodong Capai Rp 4,6 T, Koperasi BLN Kelabui 41 Ribu Orang Polda Jateng bongkar praktik investasi bodong dengan skema ponzi oleh Koperasi Bahana Lintas Nusantara dengan dana terhimpun capai Rp 4,6 T.