IHSG Berpotensi Rebound Teknis 19 Mei 2026 Usai Tertekan Lima Hari

IHSG Berpotensi Rebound Teknis 19 Mei 2026 Usai Tertekan Lima Hari
Foto: Ilustrasi IHSG Berpotensi Rebound Teknis 19 Mei 2026 Usai Tertekan Lima Hari.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami pembalikan arah atau short-term technical rebound pada perdagangan Selasa pagi, 19 Mei 2026. Peluang penguatan jangka pendek ini terbuka setelah indeks acuan domestik mengalami tekanan selama lima hari berturut-turut.

Seperti dikutip dari Suara, IHSG ditutup merosot cukup tajam sebesar 1,85 persen pada perdagangan sebelumnya. Penurunan ini diiringi aksi jual bersih investor asing yang menembus angka sekitar Rp460 miliar dengan saham ANTM, BREN, AMMN, ADRO, dan DSSA paling banyak dilepas.

Secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan berada pada rentang batas bawah di level 6.460 hingga 6.500. Sementara itu, target pembalikan arah atau batas atas berada di kisaran 6.650 hingga 6.700.

Pergerakan pasar domestik diproyeksikan ikut dipengaruhi oleh sentimen bursa global. Dari New York, indeks Nasdaq ditutup melemah pada perdagangan Senin malam akibat rontoknya saham-saham di sektor teknologi.

Koreksi tersebut dipicu oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta gejolak harga minyak mentah yang kembali memanas. Kondisi ini membangkitkan kekhawatiran pelaku pasar bahwa tekanan inflasi dan tingginya biaya pinjaman akan bertahan lebih lama dari perkiraan.

Indeks Nasdaq Composite melandai sebesar 0,52 persen dan S&P 500 ikut turun tipis 0,07 persen pada penutupan perdagangan. Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average masih mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan 0,33 persen.

Sektor teknologi informasi dengan kapitalisasi besar menjadi penekan utama laju Wall Street. Saham semikonduktor mengalami aksi ambil untung massal setelah sempat reli panjang berbasis euforia kecerdasan buatan.

Investor kini mulai bersikap hati-hati menantikan rilis laporan kinerja keuangan Walmart di tengah tekanan biaya energi. Dari lantai bursa korporasi, saham Dominion Energy melonjak pasca-munculnya rencana akuisisi senilai US$66,8 miliar berbasis saham oleh NextEra Energy, sedangkan saham Regeneron Pharmaceuticals anjlok pasca-kegagalan uji klinis kombinasi obat kanker kulit stadium lanjut.

Kondisi Bursa Asia yang Mayoritas Melemah

Sentimen negatif bursa global juga menjalar ke kawasan regional dengan mayoritas bursa saham Asia yang bertumbangan. Kondisi ini dipicu melesatnya harga minyak dunia akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Kekhawatiran inflasi global mencuat kembali setelah insiden serangan drone di kawasan Teluk yang menghantam fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab. Peristiwa tersebut mengancam stabilitas rantai pasokan energi.

Pelaku pasar di bursa Asia juga memilih menahan diri menjelang publikasi laporan keuangan kuartalan dari raksasa teknologi chip kecerdasan buatan, Nvidia. Laporan tersebut dinilai akan menjadi indikator penentu arah reli saham teknologi global pekan ini.

Berikut adalah data penutupan pasar regional:

  • Indeks Nikkei 225 (Jepang): Melemah 0,97%
  • Indeks CSI 300 (China): Turun 0,54%
  • Indeks Taiex (Taiwan): Berkurang 0,68%
  • Indeks ASX 200 (Australia): Anjlok 1,45%
  • Indeks Kospi (Korea Selatan): Menguat tipis 0,31%

Rekomendasi Strategi Trading Saham

Memanfaatkan momentum potensi rebound teknikal IHSG, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP®, merekomendasikan beberapa saham pilihan dengan strategi Speculative Buy.

Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) direkomendasikan dengan area beli di level 3.780 - 3.800. Target dekat berada di kisaran 3.830 - 3.870, dengan batasan cut loss di bawah 3.780.

Selain BBNI, pilihan saham lain dari BNI Sekuritas dengan strategi pembelian serupa untuk perdagangan hari ini adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Artikel terkait

Rekomendasi