Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mencatatkan kenaikan tipis pada pekan ini. Seperti diberitakan oleh Investortrust, indeks menguat sebesar 12,59 poin atau 0,18% ke level 6.969.
Kenaikan indeks dalam akumulasi pekan ini ditopang oleh penguatan yang terjadi selama empat hari dari lima hari total transaksi. Sektor perbankan papan atas menjadi motor utama pergerakan tersebut.
Meskipun demikian, pada hari terakhir perdagangan, IHSG mengalami penurunan tajam. Indeks terjun sebanyak 204,92 poin atau 2,82% yang membuatnya kembali terkulai ke bawah level 7.000 akibat sentimen negatif.
Data dari BEI menunjukkan bahwa performa indeks pekan ini disokong oleh kenaikan beberapa sektor. Sektor infrastruktur melonjak 5%, disusul consumer non primer sebesar 2,10%, dan sektor keuangan naik 1,97%.
Di sisi lain, terdapat sejumlah sektor yang justru mengalami kemerosotan lebih dari 5%. Sektor-sektor yang melemah signifikan tersebut meliputi sektor energi, material dasar, serta transportasi.
Pemodal asing tercatat masih melanjutkan aksi penjualan bersih (net sell) senilai Rp 2,43 triliun di pasar reguler. Penjualan terbesar terjadi pada saham BMRI sebesar Rp 1,6 triliun, BBCA Rp 500,44 miliary, dan BUMI Rp 195,70 miliar.
Sementara itu, pendorong utama penguatan indeks pekan ini dipimpin oleh saham MORA yang melesat 59,24%. Diikuti saham BBRI yang naik 9,03%, BBCA menguat 5,56%, BMRI naik 5,47%, dan TLKM menguat 5,34%.
Koreksi tajam yang melanda IHSG sebesar 2,82% hingga ke posisi 6.969,39 dipicu oleh kejatuhan sektor material dasar sebesar 7,80%. Penurunan ini terjadi karena munculnya isu rencana kenaikan royalti komoditas timah, nikel, dan emas.
Beberapa saham komoditas yang anjlok dalam adalah TINS sebesar 14,88% ke Rp 3.490 dan INCO turun 13,89% ke Rp 5.425. Selanjutnya saham ARCI jatuh 13,71% ke Rp 1.385 serta INDY merosot 14,82% menjadi Rp 3.160.
Saham sektor mineral lainnya juga mencatat penurunan tajam. Saham MDKA melemah 13,13% ke Rp 2.780, EMAS jatuh 12,22% ke Rp 7.725, dan NCKL merosot 8,14% ke level Rp 1.015.