IHSG Naik 1,10 Persen ke Level 6.162,04 pada 22 Mei 2026

IHSG Naik 1,10 Persen ke Level 6.162,04 pada 22 Mei 2026
Foto: Ilustrasi IHSG Naik 1,10 Persen ke Level 6.162,04 pada 22 Mei 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses membalikkan keadaan dan bertengger di zona hijau pada akhir perdagangan Jumat (22/5/2026). Indeks saham domestik sempat mengalami tekanan jual yang cukup besar pada awal sesi sebelum akhirnya bangkit.

Dikutip dari Money, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG ditutup menguat sebesar 1,10 persen. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 67,10 poin, yang menempatkan indeks pada posisi 6.162,04.

Pada awal pembukaan, indeks sebenarnya sempat merosot hingga 2,02 persen menuju level 5.972. Namun, aksi jual mulai mereda secara bertahap, sehingga indeks mampu merangkak naik hingga lonceng penutupan perdagangan berbunyi.

Statistik akhir perdagangan mencatat ada 449 saham yang menguat, sedangkan 251 saham bergerak melemah, dan 118 saham lainnya tidak mengalami perubahan. Transaksi di pasar modal juga terpantau tetap bergairah.

Volume perdagangan di bursa menyentuh 39,33 miliar lembar saham. Nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp 19,82 triliun dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,96 juta kali.

Laju positif IHSG sejalan dengan penguatan beberapa indeks acuan lain. Indeks LQ45 melonjak 4,04 persen, Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,61 persen, ISSI menguat 1,85 persen, IDX30 bertambah 2,58 persen, JII70 naik 3,27 persen, dan KOMPAS100 melesat hingga 8,14 persen.

Laju naik IHSG ditopang oleh performa solid dari hampir seluruh sektor. Tercatat ada 10 dari 11 indeks sektoral yang berhasil menyudahi perdagangan di zona hijau.

Sektor barang baku menjadi motor utama dengan lonjakan tertinggi sebesar 6,85 persen ke posisi 1.644,71. Sektor energi menyusul di belakangnya dengan kenaikan 4,84 persen ke level 2.946,47.

Selanjutnya, sektor barang konsumen siklikal menguat 2,58 persen ke angka 930,66. Sektor infrastruktur naik 1,53 persen menjadi 1.838,92, sementara sektor barang konsumen non-primer bertambah 0,68 persen ke posisi 687,60.

Sektor properti juga mengalami apresiasi tipis sebesar 0,15 persen ke level 820,02. Di sisi lain, sektor keuangan menjadi satu-satunya yang terpuruk di zona merah setelah melemah 0,28 persen ke level 1.301,49.

Performa Saham Unggulan dan Transaksi Terbesar

Pada jajaran saham unggulan indeks LQ45, emiten dari sektor komoditas serta pertambangan menjadi pendorong utama. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memimpin posisi top gainers dengan kenaikan 24,77 persen.

Posisi berikutnya ditempati oleh PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang melesat 18,84 persen, serta PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang menguat 13,17 persen.

Sebaliknya, saham penahan laju indeks LQ45 dipimpin oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang anjlok 4,61 persen. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melemah 3,74 persen, dan PT Astra International Tbk (ASII) turun 3,57 persen.

Untuk nilai transaksi terbesar, BBCA memimpin dengan jumlah Rp 1,70 triliun. Diikuti oleh BUMI sebesar Rp 1,12 triliun, MDKA Rp 807,84 milar, BMRI Rp 771,88 miliar, dan BRPT senilai Rp 716,39 miliar.

Dari aspek volume perdagangan, saham BUMI mencatatkan kuantitas tertinggi sebanyak 65,62 juta lembar. Menyusul BIPI dengan 23,95 juta lembar, BNBR 18,50 juta lembar, DEWA 11,99 juta lembar, serta CUAN 7,23 juta lembar.

Rupiah Melemah di Tengah Sinyal Hijau Bursa Asia

Kondisi berbeda terjadi pada nilai tukar rupiah di pasar spot. Mata uang Garuda ditutup melemah sebesar 50 poin atau merosot 0,28 persen ke level Rp 17.717 per dollar AS pada perdagangan Jumat (22/5/2026).

Sementara itu, pergerakan bursa saham di kawasan Asia kompak melaju di zona hijau. Indeks Nikkei 225 di Jepang melonjak 2,68 persen menjadi 63.339,07, dan Hang Seng di Hong Kong naik 0,86 persen ke level 25.606,03.

Indeks SSE Composite di China juga bertambah 0,87 persen ke posisi 4.112,90. Untuk bursa KOSPI di Korea Selatan meningkat 0,41 persen ke level 7.847,71, dan indeks S&P/ASX 200 di Australia menguat 0,41 persen ke posisi 8.657,00.

Artikel terkait

Rekomendasi