IHSG Merosot 1,55 Persen Usai MSCI Depak 18 Saham Indonesia

IHSG Merosot 1,55 Persen Usai MSCI Depak 18 Saham Indonesia
Foto: Ilustrasi IHSG Merosot 1,55 Persen Usai MSCI Depak 18 Saham Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah signifikan sebesar 106,273 poin atau 1,55 persen ke level 6.752,626 pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Penurunan ini dipicu oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan 18 saham Indonesia dari indeks globalnya.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tekanan jual mendominasi pasar sejak awal sesi perdagangan. IHSG sempat dibuka pada posisi 6.763,945 dan mencapai titik tertinggi di 6.787,345, sebelum akhirnya meluncur ke level terendah harian di angka 6.741,600, sebagaimana dilansir dari Money.

Aktivitas pasar tercatat cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 11,122 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 3,349 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 326.991 kali dengan mayoritas saham, yakni sebanyak 333 emiten, bergerak di zona merah.

Sentimen negatif ini muncul setelah MSCI merilis hasil tinjauan berkala periode Mei 2026 pada Rabu pagi. Pengumuman tersebut mengejutkan investor karena jumlah saham yang dikeluarkan jauh melampaui ekspektasi pasar sebelumnya.

Dalam rebalancing tersebut, enam saham dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes. Daftar tersebut mencakup PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Meskipun terdepak dari kategori Global Standard, saham AMRT dialihkan ke dalam MSCI Small Cap Indexes. Namun, pada saat yang sama, MSCI juga mendepak 13 emiten lainnya dari daftar Small Cap tersebut.

Daftar lengkap saham yang keluar dari MSCI Small Cap Indexes meliputi:

Daftar Saham Keluar dari MSCI Small Cap Indexes
NoNama EmitenKode Saham
1PT Aneka Tambang TbkANTM
2PT Astra Agro Lestari TbkAALI
3PT Bank Aladin Syariah TbkBANK
4PT Bumi Serpong Damai TbkBSDE
5PT Dharma Satya Nusantara TbkDSNG
6PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul TbkSIDO
7PT Midi Utama Indonesia TbkMIDI
8PT Mitra Keluarga Karyasehat TbkMIKA
9PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia TbkTKIM
10PT Pacific Strategic Financial TbkAPIC
11PT Sawit Sumbermas Sarana TbkSSMS
12PT Triputra Agro Persada TbkTPAG
13PT MNC Digital Entertainment TbkMSIN

Seluruh perubahan komposisi indeks ini dijadwalkan akan berlaku efektif mulai 1 Juni 2026. Penyesuaian bobot portofolio oleh para manajer investasi akan dilakukan setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026 mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi