IHSG Menguat ke Level 7.675 Didorong Lonjakan Sektor Infrastruktur

IHSG Menguat ke Level 7.675 Didorong Lonjakan Sektor Infrastruktur
Foto: Ilustrasi IHSG Menguat ke Level 7.675 Didorong Lonjakan Sektor Infrastruktur.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 2,34 persen hingga menyentuh level 7.675,95 pada penutupan perdagangan Selasa (14/04/2026). Dilansir dari Detik Finance, pergerakan positif ini didominasi oleh penguatan sektor infrastruktur yang melesat signifikan di tengah dinamika pasar global.

Sektor infrastruktur menjadi penggerak utama dengan kenaikan mencapai 5,62 persen, menjadikannya sektor dengan performa tertinggi dari sembilan sektor yang berada di zona hijau. Di sisi lain, sektor consumer cyclical justru mengalami tekanan paling dalam dengan penurunan sebesar 0,95 persen pada hari yang sama.

Kenaikan indeks pada Selasa dipicu oleh lonjakan harga saham MORA yang meroket hingga 25,00 persen. Selain itu, saham perbankan BBCA turut menguat 2,66 persen dan saham BREN naik 7,00 persen, memberikan kontribusi besar pada akumulasi poin IHSG.

Meskipun indeks menguat, investor asing terpantau masih melakukan aksi jual bersih atau net sell. Berdasarkan data perdagangan, nilai jual bersih asing mencapai Rp48,09 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp30,74 miliar di seluruh pasar.

Sentimen positif juga datang dari pasar global, di mana bursa saham Amerika Serikat seperti Dow Jones, S\&P 500, dan Nasdaq ditutup menguat. Hal ini dipicu oleh peluang kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, yang berdampak pada kenaikan ETF EIDO sebesar 1,61 persen serta MSCI Indonesia sebesar 2,26 persen.

Di sisi korporasi, PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) mengumumkan rencana ekspansi dengan menambah tiga lini bisnis baru di sektor transportasi darat dan sewa. Perseroan memproyeksikan pendapatan dari lini baru tersebut mencapai Rp7,53 miliar dengan laba bersih Rp1,87 miliar pada tahun 2026.

Sementara itu, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berencana menerbitkan 23,99 miliar saham baru melalui skema HMETD dengan harga Rp50 per saham. PT Multipolar Tbk (MLPL) selaku pemegang saham utama berkomitmen mengambil seluruh haknya senilai Rp601,61 miliar dan bertindak sebagai pembeli siaga.

Dana hasil penambahan modal MPPA tersebut akan dialokasikan untuk kebutuhan belanja modal, termasuk pengadaan tanah dan bangunan di beberapa kota besar. Periode perdagangan hak memesan efek terlebih dahulu ini dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 25 Juni mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi