Indeks Harga Saham Gangungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (7/5/2026) di zona hijau dengan ditutup pada level 7.174 seiring munculnya optimisme perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Penguatan indeks domestik ini terjadi di tengah aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp360 miliar sebagaimana dilansir dari Money.
Kenaikan indeks didorong oleh membaiknya minat risiko investor setelah harga minyak dunia mengalami penurunan tajam. Nilai tukar rupiah yang menguat ke posisi Rp17.333 per dollar AS turut memberikan sentimen positif bagi stabilitas pasar modal dalam negeri.
Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menjelaskan bahwa sentimen global telah memicu penguatan di pasar Asia, termasuk indeks Nikkei Jepang yang mencetak rekor tertinggi. Kendati demikian, ia menyoroti sikap investor global di pasar saham Indonesia.
ÔÇ£Meski demikian penguatan IHSG masih dibayangi aksi net sell asing sekitar Rp 360 miliar, yang menandakan investor global masih cenderung selektif dan belum sepenuhnya agresif kembali masuk ke pasar Indonesia,ÔÇØ ujar Hendra, Pengamat Pasar Modal.
Pelepasan aset oleh pihak asing terlihat kontras dengan pergerakan sektor kesehatan yang melonjak 2,01 persen. Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memimpin penguatan di sektor tersebut, sementara saham perbankan besar seperti BBRI dan BBCA tetap menjadi penggerak utama indeks.
Di sisi lain, penurunan harga minyak Brent menuju 99 dollar AS per barrel memicu koreksi pada saham-saham energi dan petrokimia. Hendra mencatat bahwa keberhasilan IHSG menembus area resistensi 7.151 membuka peluang penguatan lebih lanjut.
ÔÇ£Setelah sebelumnya bergerak dalam rentang 7.000-7.150, kini IHSG berhasil breakout area 7.151 dan ditutup di 7.174, yang membuka peluang penguatan lanjutan menuju area 7.200 hingga 7.250 dalam jangka pendek,ÔÇØ paparnya.
Momentum rebound ini dinilai masih terjaga selama indeks mampu bertahan di atas level dukungan 7.100. Namun, investor diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung karena kenaikan pasar saat ini masih didominasi oleh peran investor domestik.
ÔÇ£Artinya kenaikan pasar saat ini masih lebih banyak ditopang investor domestik dan sentimen global jangka pendek,ÔÇØ beber Hendra.
Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati antara lain PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL). Selain itu, saham sektor perkebunan seperti LSIP dan media seperti SCMA juga dinilai memiliki prospek menarik untuk perdagangan jangka pendek.