IHSG Parkir di Level 7.634 Setelah Menguat 2,35 Persen Sepekan

IHSG Parkir di Level 7.634 Setelah Menguat 2,35 Persen Sepekan
Foto: Ilustrasi IHSG Parkir di Level 7.634 Setelah Menguat 2,35 Persen Sepekan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 2,35 persen ke posisi 7.634,004 pada penutupan perdagangan pekan ini yang berlangsung sejak Senin (13/4/2026) hingga Jumat (17/4/2026).

Laju indeks bursa domestik tersebut tercatat melonjak signifikan dari posisi penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 7.458,496. Dilansir dari Detik Finance, performa positif ini beriringan dengan kenaikan pada seluruh parameter perdagangan utama di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Peningkatan paling tajam terlihat pada sektor rata-rata volume transaksi harian yang tumbuh hingga 33,12 persen. Volume tersebut mencapai 42,98 miliar lembar saham, dibandingkan rata-rata pekan lalu yang hanya menyentuh angka 32,28 miliar lembar.

"Rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini yaitu sebesar 33,12% menjadi 42,98 miliar lembar saham dari 32,28 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya," kata P.H Sekretaris Perusahaan BEI Valentina Simon dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).

Penjelasan resmi dari otoritas bursa tersebut juga menyoroti frekuensi transaksi harian yang ikut terkerek naik sebesar 32,71 persen. Secara akumulatif, rata-rata frekuensi transaksi harian kini mencapai 2,72 juta kali dibandingkan 2,05 juta kali pada periode sebelumnya.

Data BEI menunjukkan nilai transaksi harian turut mengalami pertumbuhan sebesar 17,56 persen menjadi Rp 20,36 triliun per hari. Selain itu, nilai kapitalisasi pasar meningkat 3,38 persen menjadi Rp 13.635 triliun dari posisi Rp 13.189 triliun pada minggu lalu.

Meskipun performa indeks secara umum positif, aktivitas investor asing pada Jumat (17/4/2026) justru menunjukkan tren pelepasan aset dengan nilai jual bersih mencapai Rp 931,61 miliar. Secara total, sepanjang tahun 2026 berjalan, investor asing telah membukukan nilai jual bersih sebesar Rp 39,86 triliun di pasar modal Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi