Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada akhir perdagangan Senin (25/5/2026). Berdasarkan data yang dikutip dari Investor Daily, indeks ditutup menguat sebesar 0,72% dan parkir di level 6.206.
Sektor transportasi menjadi motor utama penguatan setelah melonjak signifikan sebesar 3,83%. Sejumlah saham di sektor ini mencatatkan kenaikan besar, dipimpin oleh LAJU yang melesat 28,33% dan MITI sebesar 11,43%.
Emiten transportasi lainnya seperti BLTA juga terkerek 8,82%, disusul GTRA yang naik 8,02%. Tidak ketinggalan, saham maskapai penerbangan nasional GIAA ikut menguat sebesar 3,51% pada perdagangan sore ini.
Apresiasi saham sektor transportasi ini berjalan beriringan dengan penurunan harga minyak mentah dunia. Stockbit Sekuritas dalam catatannya menyebutkan bahwa harga minyak Brent merosot sekitar 5,6% ke level sekitar US$ 97,7 per barel pada Senin pagi.
Koreksi harga komoditas energi ini dipicu oleh munculnya harapan terkait negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Meski demikian, Presiden Donald Trump menyatakan tidak akan terburu-buru karena kesepakatan tersebut belum sepenuhnya dinegosiasikan, serta menegaskan AS tetap menerapkan blokade di Selat Hormuz.
Di sisi lain, Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bahwa gairah di pasar domestik bersumber dari optimisme investor terhadap stabilitas di kawasan Timur Tengah. Potensi tercapainya kesepakatan tersebut diharapkan dapat membuka kembali jalur distribusi minyak strategis di Selat Hormuz.
ÔÇ£Sentimen global saat ini cenderung membaik seiring meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan ASÔÇôIran. Hal ini mendorong penurunan risiko geopolitik dan memberikan ruang penguatan bagi aset berisiko, termasuk pasar saham,ÔÇØ ujar Pilarmas dalam risetnya, Senin (25/5/2026).