IHSG Melorot ke Level 6.905 Dipicu Pelemahan Saham Big Cap 11 Mei 2026

IHSG Melorot ke Level 6.905 Dipicu Pelemahan Saham Big Cap 11 Mei 2026
Foto: Ilustrasi IHSG Melorot ke Level 6.905 Dipicu Pelemahan Saham Big Cap 11 Mei 2026.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan. Dilansir dari Investortrust, indeks terkoreksi sebesar 63,78 poin atau jatuh 0,92% menuju level 6.905 pada perdagangan Senin (11/5/2026).

Sepanjang jam perdagangan, indeks bergerak pada rentang batas bawah 6.846 hingga batas atas 7.001. Nilai transaksi total yang dibukukan oleh para pelaku pasar mencapai Rp 17,75 triliun.

Kemerosotan ini dipicu oleh rontoknya harga sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar besar (big cap). Beberapa di antaranya meliputi saham BREN yang melemah 7,56% dan saham DSSA yang melorot hingga 13,36%.

Selain saham kapitalisasi besar, penurunan indeks didorong oleh ambrolnya mayoritas sektor saham. Sektor-sektor yang memerah meliputi sektor energi, industri, keuangan, properti, consumer primer, serta transportasi.

Meski demikian, tidak semua sektor mengalami koreksi pada perdagangan kali ini. Sektor infrastruktur tercatat bergerak melawan arah arus pasar dengan melesat sebesar 1,52%.

Di tengah tekanan terhadap indeks, terdapat beberapa saham yang mencatatkan lonjakan harga hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA) dengan kenaikan di atas 34%.

Saham-saham yang mengalami ARA tersebut adalah DPUM yang melesat 34,67%, DFAM yang melonjak 34,62% menjadi Rp 140, serta LABS yang naik 34,16% menuju posisi Rp 216. Lonjakan signifikan juga dialami saham MORA sebesar 20% menjadi Rp 9.000.

Kilas Balik Kinerja Akhir Pekan Lalu

Penurunan ini melanjutkan tren negatif dari penutupan pekan sebelumnya. Pada akhir pekan lalu, IHSG ditutup anjlok sebanyak 204,92 poin atau melemah 2,86% ke posisi 6.969.

Kondisi tersebut dibarengi dengan aksi pemodal asing yang membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 389,31 miliar di seluruh pasar bursa. Penjualan bersih terbesar melanda saham BMRI senilai Rp 436,38 miliar, saham BUMI mencapai Rp 82,88 miliar, dan saham TINS mencapai Rp 76,45 miliar.

Koreksi tajam pada akhir pekan lalu juga bersumber dari melemahnya mayoritas saham kapitalisasi besar, terutama emiten tambang. Saham AMMN turun 9,27%, saham TINS melemah 14,88%, saham INDY melemah 14,82%, saham INCO melemah 13,89%, saham BREN melemah 11,83%, serta saham EMAS ikut jatuh 12,22%.

Hampir seluruh sektor saham menekan indeks pada akhir pekan lalu, dipimpin sektor material dasar yang turun 7,80%. Sektor energi melemah 4,59%, sektor industri turun 4,55%, sektor transportasi terpangkas 5,72%, dan sektor consumer primer susut 3,39%, serta sektor keuangan terkoreksi 1,48%. Sebaliknya, penguatan hanya melanda saham sektor kesehatan sebesar 0,70%.

Artikel terkait

Rekomendasi