IHSG Melonjak 84 Poin Menuju Level 6455 pada Perdagangan 20 Mei 2026

IHSG Melonjak 84 Poin Menuju Level 6455 pada Perdagangan 20 Mei 2026
Foto: Ilustrasi IHSG Melonjak 84 Poin Menuju Level 6455 pada Perdagangan 20 Mei 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 84,88 poin atau setara 1,33 persen ke posisi 6.455,55 dalam satu jam pertama perdagangan pada Rabu, 20 Mei 2026.

Seperti diberitakan oleh Investor Daily, pergerakan indeks sempat melemah dan menyentuh level terendah sejak April 2025 pada awal sesi sebelum akhirnya berbalik arah di rentang 6.282 hingga 6.459.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan volume perdagangan mencapai 9,53 miliar lembar saham dengan nilai transaksi menembus Rp 5,41 triliun dari 684.667 kali frekuensi transaksi.

Kenaikan ini didominasi oleh 404 saham yang bergerak di zona hijau, sementara 224 saham mengalami pelemahan dan 175 saham lainnya cenderung jalan di tempat.

Performa positif juga ditunjukkan oleh deretan saham blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 dengan mencatatkan penguatan sebesar 2,01 persen.

Kondisi pasar domestik ini berbanding terbalik dengan bursa regional Asia yang kompak memerah, di mana Hang Seng turun 0,93 persen dan Straits Times terpangkas 0,75 persen.

Selain itu, indeks Nikkei di Jepang juga merosot hingga 1,3 persen diikuti oleh Shanghai yang melemah 0,93 persen pada periode perdagangan yang sama.

Di tengah penguatan indeks domestik, sejumlah saham membukukan lonjakan harga yang signifikan antara 12 persen hingga 20 persen dan masuk dalam jajaran top gainers.

PT Inter Delta Tbk (INTD) memimpin penguatan dengan kenaikan 20 persen ke level Rp 276, disusul PT Indo Rama Synthetics Tbk (INDR) yang melesat 16,5 persen menjadi Rp 2.400.

Selanjutnya, saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) meningkat 15,91 persen ke Rp 102 dan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) naik 14,04 persen ke posisi Rp 195.

Saham PT Star Pacific Tbk (LPLI) juga terkerek 13,33 persen menuju Rp 272, sementara PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) menguat 12,7 persen ke Rp 4.970.

Sebaliknya, saham PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) mengalami penurunan tajam hingga terkena Auto Rejection Bawah (ARB) sebesar 15 persen ke level Rp 510.

Artikel terkait

Rekomendasi