Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pergerakan bearish terbatas dengan penurunan sebesar -0,05% ke level 7.235,15 poin selama sepekan terakhir. Melambatnya indeks dipicu oleh tekanan pada sektor teknologi dan barang baku.
Dilansir dari Investortrust, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) paling besar pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan nilai Rp 15,5 miliar. Pelepasan aset juga terjadi pada MD Pictures (FILM) senilai Rp 14,2 miliar dan Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) sebesar Rp 9,8 miliar.
Pertumbuhan ekonomi domestik menjadi sorotan setelah rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) setahun penuh 2023 yang mencapai 5,05% year on year (yoy). Angka ini melampaui prediksi pelaku pasar yang mematok ekspektasi pada level 5,0% yoy.
Peningkatan investasi yang didorong oleh keberlanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi mesin utama penggerak ekonomi. Selain itu, kinerja ekspor yang membaik turut memperlebar surplus neraca perdagangan Indonesia.
Bank Indonesia memperkirakan ekonomi nasional tetap solid pada tahun ini dengan proyeksi pertumbuhan antara 4,7% hingga 5,5% yoy. Konsumsi rumah tangga diprediksi tetap menjadi penopang utama stabilitas ekonomi domestik.
Di sisi lain, posisi cadangan devisa Indonesia pada Januari 2024 tercatat menurun menjadi USD 145,1 miliar dari sebelumnya USD 146,4 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh pemenuhan kewajiban pembayaran utang luar negeri pemerintah yang telah jatuh tempo.
Kondisi ekonomi global turut memengaruhi pasar lokal, di mana PMI Cina menunjukkan perlambatan ekspansi akibat ekspor yang lesu. Sebaliknya, industri Amerika Serikat memperlihatkan optimisme dengan kenaikan PMI Global komposit ke level 52,5 poin.
Kuatnya data ketenagakerjaan di AS menimbulkan spekulasi pasar mengenai kapan pastinya Bank Sentral AS akan memangkas suku bunga acuan. Ketidakpastian ini membuat investor cenderung mengambil sikap menunggu dan memperhatikan (wait and see).
Pasar obligasi juga mengalami tekanan tipis dengan penurunan Infovesta Govt Bond Index sebesar 0,04% ke posisi 10.173,48 poin. Meski demikian, investor disarankan mulai mengoleksi Surat Utang Negara (SUN) dengan menambah porsi pada tenor menengah hingga panjang.
Kinerja mayoritas reksa dana dalam sepekan terakhir cenderung berada di zona negatif. Reksa dana saham mencatatkan imbal hasil negatif sebesar -0,09%, diikuti reksa dana campuran -0,23%, dan pendapatan tetap -0,17%.
Hanya instrumen reksa dana pasar uang yang mampu memberikan hasil positif bagi investor dengan kenaikan tipis sebesar 0,06%. Perdagangan di pasar saham diprediksi akan lebih sepi menjelang pelaksanaan pemilihan presiden dan legislatif.