Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 8,35 persen ke level 6.162 selama periode perdagangan 18 hingga 22 Mei 2026. Dilansir dari Investor Daily, penurunan ini memicu penyusutan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 10,07 persen menjadi Rp 10.635 triliun.
Meskipun performa indeks memburuk, sejumlah saham tetap mencatatkan lonjakan harga yang signifikan. Saham PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) menjadi pemimpin dalam daftar saham paling menguntungkan setelah harganya melesat 29,36 persen dari Rp 109 menjadi Rp 141 per lembar saham.
Selain LCKM, beberapa emiten lain juga membukukan penguatan besar pada pekan ini. PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) naik 12,39 persen ke Rp 254, PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) melonjak 12 persen ke Rp 140, dan PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) terkerek 11,03 persen menjadi Rp 14.600.
Tren positif ini diikuti oleh PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) yang menguat 10,58 persen ke Rp 5.750, PT Tunas Alfin Tbk (TALF) terangkat 9,09 persen menjadi Rp 780, serta PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) yang meningkat 8,61 persen ke level Rp 328.
Tiga emiten terakhir yang menggenapi daftar sepuluh besar penguatan tertinggi adalah PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) dengan kenaikan 8,6 persen menjadi Rp 3.790, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) naik 7,69 persen ke Rp 14.000, dan PT Inter-Delta Tbk (INTD) terkerek 7,5 persen menjadi Rp 258.
Di sisi lain, pergerakan negatif pasar menyeret sepuluh saham ke dalam jajaran top losers yang menyebabkan kerugian besar bagi investor. Penurunan terdalam dipimpin oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang ambles 53,49 persen menjadi Rp 2.000 dan PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) yang anjlok 50,2 persen ke level Rp 630.
Kemerosotan nilai investasi juga menimpa saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang ambrol 47,34 persen menjadi Rp 545, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terpangkas 39,41 persen ke Rp 515, serta PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) yang jatuh 38,3 persen ke posisi Rp 472.
Empat emiten lainnya yang menutup daftar pelemahan terdalam pekan ini meliputi PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) yang tergelincir 37,45 persen menjadi Rp 304, PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) melemah 37,14 persen ke Rp 88, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) turun 34,22 persen ke Rp 2.960, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) jatuh 33,78 persen ke Rp 735, dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) terpangkas 32,39 persen menjadi Rp 595.