Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pelemahan pada penutupan sesi pertama perdagangan Selasa (28/4/2026). Berdasarkan data yang dikutip dari Money, indeks terkoreksi 10,939 poin atau setara 0,15 persen.
Koreksi tersebut menyeret IHSG ke level 7.095,582 setelah sempat dibuka menguat pada posisi 7.128. Pergerakan indeks di lantai bursa cenderung terbatas dengan fluktuasi saham penggerak yang terjadi secara bersamaan.
Dorongan sempat datang dari saham-saham grup Barito melalui PT Petrosea Tbk (PTRO) yang melonjak 7,1 persen. Selain itu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga ikut menguat sebesar 4,5 persen.
Meski demikian, kenaikan tersebut tidak cukup kuat untuk menopang indeks secara keseluruhan. Tekanan jual yang signifikan justru muncul dari deretan saham dengan kapitalisasi pasar besar (big cap).
Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) terpantau turun 3,2 persen, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang melemah 2,8 persen. Emiten telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga terkoreksi 2,5 persen.
Dari sisi sektoral, hampir seluruh lini mengalami penurunan hingga jeda siang ini. Tercatat sembilan dari 11 sektor berada di zona merah dengan penurunan terdalam pada sektor non-siklikal sebesar 1,19 persen dan sektor infrastruktur 0,72 persen.
Sentimen global yang kurang mendukung disinyalir menjadi pemicu utamanya, di mana mayoritas bursa saham di kawasan Asia juga bergerak di zona merah. Para pelaku pasar saat ini tengah mencermati perkembangan terkait proposal perdamaian Iran.
"Mayoritas bursa utama Asia memerah pada siang dengan pelaku pasar masih mengamati kelanjutan proposal perdamaian dari Iran,"ujar Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta.
Dalam dinamika perdagangan hari ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di angka 7.151 sebelum tekanan jual menyeret indeks ke titik terendahnya di level 7.032. Hingga jeda siang, IHSG bertahan pada posisi 7.095.
Aktivitas transaksi terpantau cukup ramai dengan volume perdagangan mencapai 17,17 miliar saham. Nilai transaksi secara total tercatat sebesar Rp 8,59 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 1,26 juta kali.
Secara keseluruhan, tekanan pasar masih mendominasi pergerakan harga. Terdapat 340 saham yang mengalami pelemahan, sementara 312 saham tercatat menguat dan 161 saham lainnya berakhir stagnan.