Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terkoreksi pada pembukaan perdagangan saham. Pelemahan ini terjadi di tengah penantian pelaku pasar terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) APBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR.
Berdasarkan data RTI pada Rabu (20/5/2026), IHSG bergerak turun saat pembukaan ke posisi 6.352,2. Sekitar lima menit setelah perdagangan dimulai, indeks saham masih tertahan di zona merah dan berada di level 6.342 pada pukul 09.05 WIB, setelah mengalami penurunan sebesar 28,66 poin atau 0,45 persen.
Dikutip dari Detik Finance, indeks sempat merosot hingga menyentuh titik terendahnya di level 6.282,15. Angka tersebut menjadi rekor paling rendah sejak awal tahun atau year-to-date, dengan total pelemahan IHSG mencapai 26,68 persen sepanjang tahun berjalan.
Sebagian besar saham mencatatkan penurunan pada awal perdagangan pagi ini. Data bursa menunjukkan sebanyak 348 saham melemah, 165 saham bergerak menguat, dan 170 saham tidak bergerak atau stagnan.
Volume perdagangan pada pagi ini tercatat mencapai 2 miliar lembar saham. Nilai perputaran uang atau turnover berada di angka Rp 1 triliun dengan frekuensi transaksi yang diselesaikan mencapai 152.629 kali.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan KEM-PPKF untuk APBN tahun anggaran 2027 pada pukul 10.00 WIB. Agenda penyampaian ini dilaksanakan secara langsung dalam Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Sidang V tahun 2025-2026.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memaparkan bahwa pelaksanaan pidato Kepresidenan di gedung parlemen tersebut bertepatan dengan momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Melalui pidato ini, Kepala Negara mengajak seluruh elemen untuk menyelaraskan pandangan demi mengelola sektor perekonomian.
"Kebetulan tanggal 20 (Mei) Hari Kebangkitan Nasional jadi Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagi kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa, terutama di dalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita," ujar Prasetyo kepada wartawan, Selasa (19/5/2026) kemarin.