IHSG Diprediksi Melemah Akibat Inflasi Global dan Konflik Timur Tengah

IHSG Diprediksi Melemah Akibat Inflasi Global dan Konflik Timur Tengah
Foto: Ilustrasi IHSG Diprediksi Melemah Akibat Inflasi Global dan Konflik Timur Tengah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami pelemahan pada perdagangan Rabu (13/5/2026) setelah sebelumnya ditutup terkoreksi sebesar 46,72 poin atau 0,68 persen ke level 6.858,9 pada hari Selasa.

Kondisi pasar modal domestik ini dipengaruhi oleh pembukaan pasar saham Asia yang cenderung melemah serta lonjakan inflasi April di Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi pasar. Meluasnya kekhawatiran atas kenaikan harga minyak mentah dan konflik berkelanjutan di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran, menjadi beban tambahan bagi sentimen investor global.

Dilansir dari Investor Daily, mayoritas indeks saham di Wall Street juga berakhir di zona merah pada perdagangan Selasa akibat dinamika ekonomi dan geopolitik tersebut. Menanggapi situasi ini, sejumlah sekuritas memberikan panduan teknikal bagi para investor untuk menghadapi volatilitas pasar.

"BBCA terkoreksi 0,41% ke 6.125 dan masih didominasi oleh tekanan jual, pergerakannya pun masih berada di bawah MA20 dan masih berada di fase downtrendnya. Kami memperkirakan, posisi BBCA saat ini sedang berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [y]." kata Analis MNC Sekuritas.

Lembaga tersebut menetapkan strategi beli saat melemah (buy on weakness) untuk saham perbankan tersebut pada rentang harga 5.625 hingga 5.900. Langkah ini diikuti dengan target harga pada level 6.425 dan 6.775.

"BIRD terkoreksi 0,96% ke 1.555 dan masih didominasi oleh tekanan jual, pergerakan dari BIRD pun masih berada di fase downtrendnya. Kami perkirakan, posisi BIRD saat ini sedang membentuk wave (v) dari wave [c] dari wave Y." jelas Analis MNC Sekuritas.

Selain sektor transportasi, emiten telekomunikasi juga mendapatkan perhatian khusus dalam laporan harian perusahaan efek tersebut terkait pergerakan volume transaksi di tengah tren pasar saat ini.

"ISAT menguat 7,80% ke 2.350 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Kami perkirakan, posisi ISAT saat ini sedang berada di fase uptrendnya dan membentuk wave a dari wave (b) dari wave [ii]." papar Analis MNC Sekuritas.

Mandiri Sekuritas dan BNI Sekuritas juga merilis daftar saham pilihan dengan fokus pada manajemen risiko melalui level stop loss dan target harga yang ketat. Berikut adalah rincian rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini:

Daftar Rekomendasi Saham 13 Mei 2026
EmitenRekomendasiTarget HargaStop Loss
Pilihan Mandiri 1Buy2.4102.320
Pilihan Mandiri 2Buy484468
Pilihan Mandiri 3Buy3.1803.060
Pilihan BNI 1Spec Buy1.610-1.6501.560
Pilihan BNI 2Spec Buy204-208194
Pilihan BNI 3Spec Buy1.610-1.6301.545
Pilihan BNI 4Spec Buy216-220208
Pilihan BNI 5Spec Buy102-10697
Pilihan BNI 6Spec Buy2.730-2.7902.600

Secara keseluruhan, pelaku pasar diharapkan mewaspadai aksi jual asing yang masih membayangi beberapa saham unggulan di tengah ambisi OJK untuk meningkatkan klasifikasi pasar modal Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi