Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 3,08 persen atau merosot 202,97 poin ke level 6.396,26 pada akhir perdagangan sesi pertama hari Selasa (19/5/2026).
Dilansir dari Investasi, kemerosotan ini meneruskan tren negatif dari hari perdagangan sebelumnya yang sudah melemah sebesar 1,85 persen. Penurunan bursa saham domestik tersebut dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta ekspektasi kebijakan moneter dunia yang ketat.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menilai bahwa fluktuasi yang terjadi pada pasar saham domestik saat ini masih sejalan dengan perkembangan yang dialami oleh bursa saham di kawasan regional.
"Dinamika ini menunjukkan penyesuaian yang lebih berbasis fundamental. Jadi selalu kita sampaikan bahwa ini adalah konsekuensi logis dari berbagai transformasi di pasar modal yang kita lakukan," kata Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.
Pihak otoritas menyatakan bahwa pergerakan indeks kini semakin mencerminkan kondisi riil emiten serta bergerak selaras dengan indeks acuan MSCI dan sub indeks utama seperti IDX LQ45, IDX30, dan IDX80.
"Menurut kami juga sangat baik dengan perbaikan yang dilakukan," tambah Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.
Faktor domestik lain yang turut memengaruhi pergerakan indeks adalah pengumuman rebalancing MSCI pada 13 Mei waktu Indonesia, yang dampaknya terus berlanjut setelah pasar dibuka pascalibur panjang.