Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pelemahan sebesar 52,36 poin atau 0,68 persen ke level 7.623 pada perdagangan Rabu (15/4/2026). Penurunan ini terjadi bersamaan dengan aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing yang mencapai nilai Rp 1,16 triliun.
Seperti dikutip dari Investortrust, aksi pelepasan saham oleh investor asing paling banyak melanda lima saham utama. Saham BBRI mencatat net sell tertinggi senilai Rp 706,57 miliar, disusul BBCA sebesar Rp 263,83 miar, dan BUMI sebanyak Rp 193,56 miliar. Dua saham lainnya adalah PTRO dengan nilai Rp 121,05 miliar serta ANTM yang mencapai Rp 79,26 miar.
Di tengah tekanan jual tersebut, beberapa saham justru menjadi sasaran pembelian bersih atau net buy oleh investor asing. Saham ASII memimpin dengan net buy mencapai Rp 199,38 miliar, diikuti oleh CUAN sebesar Rp 109,9 miliar, MDKA sebanyak Rp 67,47 miliar, SGER senilai Rp 66,29 miar, dan AADI sebesar Rp 65,84 miliar.
Koreksi pada indeks bursa domestik utamanya didorong oleh kemerosotan sejumlah sektor. Sektor kesehatan mencatat penurunan terdalam hingga 2,81 persen, diikuti sektor infrastruktur sebesar 1,33 persen, dan sektor konsumer primer yang melemah 1 persen. Sektor material dasar serta energi juga turut terdepresiasi masing-masing sebesar 0,44 persen dan 0,27 persen. Sebaliknya, sektor transportasi, industri, konsumer non-primer, dan properti bergerak menguat.
Meskipun IHSG ditutup di zona merah karena aksi ambil untung atau profit taking, performa impresif ditunjukkan oleh beberapa saham yang melesat hingga terkena Auto Reject Atas (ARA). Saham SDMU melonjak 34,88 persen ke level Rp 116, sementara DEFI melambung 34,33 persen menjadi Rp 90, dan PSDN meningkat 34,13 persen ke posisi Rp 224.
Lonjakan hingga batas ARA juga dibukukan oleh WBSA, saham pendatang baru yang baru mencatatkan diri di bursa pekan lalu, dengan kenaikan 25 persen ke harga Rp 440. Selanjutnya, saham RONY menguat 24,92 persen menjadi Rp 1.955, ASLI naik 24,56 persen ke Rp 426, BIKE terangkat 24,43 persen ke Rp 550, dan MLPT melonjak 20 persen menjadi Rp 24.300.
Pada hari perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat tajam sebesar 175,76 poin atau 2,34 persen pada level 7.675. Pergerakan indeks saat itu berada dalam rentang 7.500 hingga 7.686 dengan total nilai transaksi menyentuh Rp 23,52 triliun. Kenaikan tersebut ditopang oleh penguatan saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) serta emiten konglomerasi milik Prajogo Pangestu, Happy Hapsoro, Sinarmas, Bakrie, hingga Haji Isam.