IHSG Melemah Akibat Penundaan Rebalancing MSCI per April 2026

IHSG Melemah Akibat Penundaan Rebalancing MSCI per April 2026
Foto: Ilustrasi IHSG Melemah Akibat Penundaan Rebalancing MSCI per April 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah dengan penurunan 0,46 persen ke level 7.559,38 pada penutupan perdagangan Selasa, 21 April 2026. Pelemahan ini terjadi dipicu oleh kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan rebalancing saham asal Indonesia hingga Mei 2026.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir dari Money menunjukkan indeks kehilangan 34,73 poin dengan volume transaksi mencapai 43,55 miliar saham. Meski indeks melemah, investor asing tetap mencatatkan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp 473,93 miliar di seluruh pasar.

Aksi beli tersebut mencakup Rp 243,21 miliar di pasar reguler dan Rp 230,72 miliar di pasar tunai serta negosiasi. Fokus akumulasi saham oleh investor asing justru terlihat pada emiten di luar kelompok kapitalisasi besar (big caps) seperti sektor sawit dan mineral.

Daftar Saham Pilihan Net Buy Asing
Kode SahamNama EmitenNilai Net BuyPerubahan Harga
SSMSPT Sawit Sumbermas Sarana TbkRp 163,9 miliar+0,02%
EMASPT Merdeka Gold Resources TbkRp 129,5 miliar+7,47%
BNBRPT Bakrie & Brothers TbkRp 113,2 miliar+11,65%

Sebaliknya, tekanan jual melanda saham-saham perbankan besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan net sell Rp 168,9 miliar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga dilepas asing masing-masing sebesar Rp 128,6 miliar dan Rp 72,8 miliar.

Sentimen negatif utama pasar datang dari keputusan MSCI yang masih mengevaluasi dampak reformasi pasar modal terhadap aksesibilitas investasi di tanah air. Penundaan rebalancing ini mencakup pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) hingga peniadaan penambahan saham baru dalam indeks.

ÔÇ£MSCI akan mengeluarkan saham yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia dalam kerangka High Shareholding Concentration (HSC)ÔÇØ, tulis MSCI dalam pengumuman resminya.

Lembaga tersebut menegaskan penggunaan data keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen sebagai dasar penyesuaian perhitungan free float di masa mendatang. Kajian atas reformasi ini masih terus berlangsung sebelum sumber data baru dimasukkan dalam perhitungan indeks.

ÔÇ£Pendekatan ini dilakukan untuk membatasi perputaran indeks dan risiko investabilitas, sekaligus memberi waktu untuk evaluasi lebih lanjut atas reformasi yang baru diumumkan,ÔÇØ lanjut MSCI.

Otoritas pasar modal Indonesia dilaporkan telah memberikan berbagai laporan kepada MSCI guna mendorong transparansi. Reformasi tersebut meliputi peningkatan klasifikasi investor serta rencana penaikan batas minimum free float menjadi 15 persen guna menjaga stabilitas pasar.

Artikel terkait

Rekomendasi