IHSG Jatuh ke Level 6.100 pada Perdagangan 21 Mei 2026

IHSG Jatuh ke Level 6.100 pada Perdagangan 21 Mei 2026
Foto: Ilustrasi IHSG Jatuh ke Level 6.100 pada Perdagangan 21 Mei 2026.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat hingga akhir sesi pertama perdagangan. Indeks saham Garuda tersebut terlempar jatuh ke kisaran level 6.100-an.

Merujuk data perdagangan RTI Business yang dikutip dari Detik Finance, IHSG terkoreksi tajam sebesar 2,76 persen menuju level 6.144,35 pada penutupan sesi I. Padahal, pergerakan indeks sempat menguat hingga menyentuh posisi 6.378,81 di awal pembukaan pasar.

Aktivitas perdagangan hingga paruh pertama hari ini mencatatkan volume transaksi yang mencapai 19,91 miliar lembar saham. Adapun total nilai transaksi di bursa bergulir hingga Rp 9,78 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.285.918 kali.

Kondisi pasar didominasi oleh tren pelemahan yang meluas. Tercatat hanya ada 118 saham yang mampu menguat, sementara 601 saham bergerak turun, dan 94 saham lainnya stagnan. Secara akumulatif sepanjang tahun ini, indeks saham Garuda sudah melemah sebesar 28,94 persen.

Penurunan tajam pada sesi pertama ini turut menyeret sejumlah saham emiten hingga terkena batas Auto Reject Bawah (ARB). Salah satunya adalah PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) yang merosot 14,95 persen ke harga Rp 165 per saham.

Pelemahan signifikan juga dialami oleh PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) yang jatuh 14,72 persen menjadi Rp 695 per saham. Selanjutnya, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik Prajogo Pangestu ikut terpangkas 14,65 persen ke posisi Rp 2.270 per saham.

Emiten dari Bakrie Grup, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS), tidak luput dari koreksi setelah melemah 14,39 persen ke harga Rp 565 per saham. Sementara itu, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) milik Hapsoro mencatatkan penurunan sebesar 13,50 persen ke level Rp 705 per saham.

Artikel terkait

Rekomendasi