IHSG Hari Ini Memerah Mengejutkan, Saham Bank Blue Chip Berguguran di 2026

IHSG Hari Ini Memerah Mengejutkan, Saham Bank Blue Chip Berguguran di 2026
Foto: IHSG Hari Ini Memerah Mengejutkan, Saham Bank Blue Chip Berguguran di 2026. (Illustration by Pexels)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pembalikan arah yang mengejutkan pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026). Meskipun sempat melonjak signifikan pada sesi pertama, indeks justru berakhir di zona merah.

Kondisi ini memperpanjang tren koreksi yang sudah terjadi sejak sebelum libur Idul Adha. IHSG ditutup melemah tipis 0,05 persen atau turun 2,8 poin ke level 6.127,38.

Padahal, pada sesi pertama perdagangan, indeks sempat melesat hingga 1,43 persen ke posisi 6.217,88. Aktivitas pasar hari ini tercatat sangat luar biasa dengan nilai transaksi mencapai Rp50,15 triliun.

Angka transaksi yang fantastis tersebut melibatkan volume perdagangan sebanyak 47,21 miliar saham. Frekuensi transaksi pun mencapai 2,38 juta kali, menjadikannya salah satu nilai transaksi tertinggi dalam sejarah bursa.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 271 saham berhasil menguat, sementara 409 saham lainnya melemah. Sisanya, sebanyak 137 saham terpantau tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Dominasi Saham Grup Barito dan Perbankan

Saham-saham di bawah naungan Grup Barito mendominasi aktivitas transaksi pada perdagangan hari ini. Beberapa emiten utama milik konglomerat Prajogo Pangestu ini mencatatkan nilai transaksi yang sangat besar.

Berikut adalah rincian nilai transaksi saham Grup Barito yang mendominasi pasar:

  • TPIA: Mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp8,6 triliun.
  • BREN: Membukukan transaksi senilai Rp4,5 triliun.
  • BRPT: Mencapai nilai perdagangan sebesar Rp4,1 triliun.
  • CUAN: Mencatat transaksi hingga Rp2,4 triliun.
  • PTRO: Menghasilkan nilai transaksi Rp2,2 triliun.
  • CDIA: Terpantau ditransaksikan senilai Rp656 miliar.

Selain grup tersebut, saham perbankan dan emiten dengan kapitalisasi besar (blue chip) lainnya juga mencatatkan angka transaksi jumbo. BBCA memimpin dengan Rp11,64 triliun, disusul AMMN senilai Rp8 triliun, dan BBRI sebesar Rp6,4 triliun.

Sektor Infrastruktur Menguat, Finansial Tertekan

Berdasarkan data Refinitiv, sebagian besar sektor sebenarnya menunjukkan penguatan pada hari ini. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh sektor infrastruktur, barang baku, serta sektor teknologi.

Namun, pelemahan tajam di sektor finansial, konsumer, dan properti menjadi penahan laju IHSG. Saham-saham perbankan yang kompak anjlok di menit-menit akhir menjadi beban utama bagi indeks.

Daftar emiten yang menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada penutupan:

Nama Emiten Kontribusi Pelemahan (Indeks Poin)
BBCA 25 Poin
BBRI 19 Poin
TLKM, ASII, BBNI, BMRI Beban Pemberat Signifikan

Tabel di atas menunjukkan bagaimana saham perbankan besar dan beberapa blue chip lainnya memberikan tekanan yang cukup berat bagi indeks. Hal ini menyebabkan IHSG gagal mempertahankan momentum penguatannya hingga akhir sesi.

Kebangkitan Saham Konglomerat

Menariknya, saham-saham milik konglomerat yang sebelumnya sempat tertekan akibat pengumuman indeks MSCI dan FTSE justru melesat. Saham BREN menjadi motor utama penggerak IHSG dengan lonjakan mencapai batas Auto Rejection Atas (ARA).

BREN meroket 25 persen ke level Rp3.300 dan menyumbang penguatan 24,35 poin terhadap indeks. Langkah ini diikuti oleh BRPT yang juga menyentuh ARA dengan kontribusi sebesar 21,66 poin.

Beberapa emiten lain seperti PTRO, AMMN, DSSA, hingga CUAN juga turut memberikan sokongan bagi kinerja indeks. Meskipun mendapat dorongan kuat dari saham-saham ini, tekanan dari sektor perbankan tetap menyeret IHSG ke zona negatif.

Artikel terkait

Rekomendasi