Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi cenderung menguat dalam rentang level 6.905 hingga 7.048 pada Selasa (5/5/2026). Pergerakan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar global dan eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Analisis teknikal menunjukkan adanya indikator Stochastic golden cross pada area deep oversold, meskipun candle terakhir indeks berbentuk small black spinning top di bawah MA5 dan MA20, dilansir dari Investortrust.
"Dengan pola ini terbuka peluang kenaikan IHSG dengan saham pilihan ICBP, INDF, ENRG, dan ESSA," tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya.
Laju indeks utama di bursa Wall Street yang ditutup mayoritas melemah turut memengaruhi pergerakan indeks domestik. Sentimen negatif global tersebut dipicu oleh ketegangan setelah Iran menembakkan misil ke arah kapal Amerika Serikat di Selat Hormuz.
Sejumlah saham pilihan direkomendasikan beli demi memanfaatkan peluang penguatan ini. Saham ICBP ditargetkan pada harga Rp 7.800, INDF dengan target Rp 7.825, ENRG pada target Rp 1.950, serta ESSA dengan target harga Rp 990.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat sebesar 15,15 poin atau 0,22 persen ke level 6.971,95. Investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 1,92 triliun, yang ditopang oleh transaksi crossing saham PNGO senilai Rp 2,75 triliun di pasar negosiasi dari pemodal domestik.
Beberapa sektor saham mencatatkan kenaikan, dipimpin sektor consumer primer sebesar 2,53 persen, sektor consumer non-primer 1,53 persen, serta sektor infrastruktur 0,96 persen. Di sisi lain, pelemahan melanda sektor kesehatan, teknologi, transportasi, energi, dan material dasar.
Pertumbuhan indeks disokong oleh apresiasi harga saham-saham berkapitalisasi besar seperti FILM, BREN, PANI, MORA, dan CMRY, ditambah penguatan saham AALI dan TINS. Beberapa saham bahkan menyentuh batas auto reject atas (ARA), termasuk BCIP yang melonjak 34,85 persen ke Rp 89, FWCT naik 34,83 persen ke Rp 120, YPAS menguat 24,69 persen ke Rp 1.515, dan HERO naik 24,47 persen ke level Rp 590.