IHSG Diprediksi Melanjutkan Pelemahan pada Perdagangan 22 Mei 2026

IHSG Diprediksi Melanjutkan Pelemahan pada Perdagangan 22 Mei 2026
Foto: Ilustrasi IHSG Diprediksi Melanjutkan Pelemahan pada Perdagangan 22 Mei 2026.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan berada dalam tren menurun pada sesi perdagangan Jumat (22/5/2026). Pergerakan indeks saham domestik ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal dan kondisi makroekonomi yang menekan pasar modal.

Sentimen negatif yang membayangi pergerakan indeks datang dari kelanjutan aksi jual yang dilakukan investor terhadap saham-saham yang keluar dari indeks MSCI. Kondisi ini diperparah oleh penurunan harga pada mayoritas komoditas global serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kembali berada dalam posisi tertekan.

Seperti dilansir dari Investor Daily, pergerakan indeks acuan domestik ini diperkirakan bergerak pada area batas bawah dan batas atas yang telah ditentukan oleh analis teknikal.

"IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 6.000-5.900 dan resist 6.190-6.285," tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasan, Jumat (22/5/2026).

Sementara itu, situasi di pasar global menunjukkan dinamika yang berbeda setelah bursa saham Wall Street di Amerika Serikat berhasil menutup perdagangan sebelumnya dengan penguatan tipis. Performa ini terjadi di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia serta pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Para pelaku pasar di bursa global dilaporkan memiliki optimisme bahwa ketegangan geopolitik yang terjadi di wilayah Timur Tengah dapat segera mereda dalam waktu dekat. Pergerakan harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi pemerintah sempat merangkak naik pada awal sesi, sebelum akhirnya berbalik arah menjadi melemah.

Dinamika harga komoditas dan obligasi pada awal perdagangan tersebut dipicu oleh laporan kantor berita Reuters mengenai kebijakan internal Iran. Pemimpin tertinggi Iran dilaporkan mengambil keputusan untuk tetap mempertahankan cadangan Uranium di dalam negeri dan tidak memindahkannya ke pihak lain.

Langkah politik tersebut dinilai oleh para analis dapat memperumit jalannya proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan damai antara pihak Amerika Serikat dan Iran. Situasi geopolitik ini turut memberikan dampak tidak langsung terhadap arah pergerakan dana global.

Menghadapi proyeksi penurunan indeks pada perdagangan hari ini, CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi saham HMSP, WIIM, CPIN, BRIS, SSIA dan AMRT untuk trading, Jumat (22/5/2026).

Artikel terkait

Rekomendasi