IHSG Diprediksi Melemah dan Menguji Level 6700 Akhir Pekan Ini

IHSG Diprediksi Melemah dan Menguji Level 6700 Akhir Pekan Ini
Foto: Ilustrasi IHSG Diprediksi Melemah dan Menguji Level 6700 Akhir Pekan Ini.

Indeks harga saham gabungan atau IHSG awal pekan diprediksi kembali melemah dan menguji level 6.700 sampai 6.650 akibat pelebaran histogram negatif, seperti dilansir dari Investor Daily pada Minggu (17/5/2026).

Kondisi pasar modal tersebut terjadi setelah pada perdagangan Rabu (13/5/2026) lalu, IHSG ditutup anjlok sebesar 1,97 persen menuju level 6.723,3.

Pelemahan indeks terseret oleh sentimen negatif berupa dikeluarkannya beberapa saham domestik dari MSCI Global Standards Index serta MSCI Global Small Cap Index dalam pengumuman review kuartalan Mei 2026.

Meskipun terjadi tekanan, perkiraan aliran dana asing yang keluar atau foreign outflow dinilai tidak sebesar dari proyeksi awal yang diperkirakan sebelumnya.

Para pelaku pasar modal juga dilaporkan tetap optimistis bahwa pasar saham Indonesia masih bertahan di dalam kelompok emerging market.

Selain itu, sebagian arus dana keluar dari pasar modal selama ini dianggap sudah mengantisipasi langkah penyesuaian yang dilakukan oleh MSCI tersebut.

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menegaskan bahwa pencoretan saham dari MSCI Global Small Cap Index tidak seluruhnya disebabkan oleh penurunan kinerja atau pelemahan kapitalisasi pasar perusahaan.

Beberapa saham tersebut terpaksa keluar lantaran kapitalisasi pasarnya mengalami peningkatan, sehingga dinilai sudah layak untuk masuk ke dalam kelompok indeks yang lebih tinggi.

Pihak analis pasar modal memberikan penjelasan teknis lebih lanjut mengenai pergerakan indeks saham gabungan yang sedang terjadi saat ini.

"Secara teknikal, pelebaran histogram negatif pada MACD masih berlanjut diiringi dengan stochastic RSI yang bergerak menuju area jenuh jual (oversold)," tulis Phintraco Sekuritas.

Faktor pembekuan dari lembaga indeks internasional juga turut memengaruhi proses perpindahan kategori saham-saham emiten di dalam negeri.

"Tapi, karena adanya pembekuan sementara oleh MSCI, membuat saham-saham tersebut belum dapat langsung berpindah kategori," ungkap Phintraco Sekuritas.

Sementara itu, KB Valbury Sekuritas memberikan rekomendasi dan menyarankan pemodal untuk tetap fokus pada enam saham potensial, mulai dari TLKM hingga GGRM.

Para investor disarankan untuk memaksimalkan potensi keuntungan dari saham-saham pilihan tersebut pada perdagangan hari Senin (18/5/2026).

Artikel terkait

Rekomendasi