Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami tekanan pada sesi perdagangan Selasa (19/5/2026). Dilansir dari Investor Daily, pergerakan indeks dibayangi oleh sejumlah sentimen negatif dari pasar global dan domestik.
Koreksi yang melanda mayoritas indeks di bursa Wall Street menjadi salah satu pemicu utama. Selain itu, kelanjutan aksi jual oleh investor asing serta posisi nilai tukar rupiah yang masih tertekan turut memperberat posisi indeks.
Meski demikian, penguatan harga pada mayoritas komoditas berpotensi memberikan dorongan positif. Faktor ini diharapkan dapat menahan laju pelemahan indeks saham domestik lebih lanjut.
ÔÇ£IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.520-6.440 dan resist 6.680-6.760,ÔÇØ tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasan, Selasa (19/5/2026).
Pada penutupan perdagangan awal pekan, bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street mencatatkan hasil yang bervariasi dengan kecenderungan melemah. Sektor teknologi menjadi lini utama yang mengalami tekanan jual cukup tinggi.
Kondisi ini terjadi di tengah perhatian pelaku pasar terhadap fluktuasi harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi pemerintah. Ketidakpastian dari konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah juga memicu sikap hati-hati investor.
Sektor industri chip memori menjadi salah satu yang terdampak paling besar. Saham Seagate merosot sampai 6,87% setelah manajemen mengumumkan proses pembangunan pabrik baru memerlukan waktu yang relatif lama.
Penurunan ini menjalar ke sejumlah produsen chip memori lainnya. Pasar merasa khawatir bahwa pelaku industri tidak akan sanggup memenuhi lonjakan permintaan yang sedang terjadi.
Beberapa saham produsen chip memori yang mengalami pelemahan harga antara lain Micron Technology sebesar 5,95%. Selanjutnya, Western Digital juga melemah 4,84% dan Sandisk turun hingga 5,3%.
Rekomendasi Saham Pilihan
Menghadapi proyeksi pergerakan pasar yang fluktuatif, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati peluang pada saham-saham tertentu. Pilihan saham difokuskan pada emiten yang memiliki likuiditas baik untuk aktivitas trading.
CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi saham TLKM, MYOR, MAPI, MEDC, ELSA dan ASII untuk trading, Selasa (19/5/2026).