IHSG Diprediksi Melemah ke Level 6.850 pada 12 Mei 2026

IHSG Diprediksi Melemah ke Level 6.850 pada 12 Mei 2026
Foto: Ilustrasi IHSG Diprediksi Melemah ke Level 6.850 pada 12 Mei 2026.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal mengalami tekanan pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Pelemahan ini dipicu oleh kombinasi sentimen negatif dari pasar domestik serta kondisi bursa regional Asia yang sedang lesu.

Dilansir dari Suara, para analis melihat dominasi aksi jual oleh investor asing sebagai faktor utama pemberat indeks. Selain itu, depresiasi nilai tukar rupiah dan lonjakan harga minyak mentah dunia memperparah kondisi pasar modal saat ini.

Pada perdagangan sebelumnya, yakni Senin, 11 Mei 2026, IHSG ditutup terkoreksi sebesar 0,92 persen atau turun 63,78 poin ke posisi 6.905,6. Investor asing mencatatkan nilai jual bersih atau net foreign sell mencapai Rp659 miliar di pasar reguler.

Tim riset BRI Danareksa menjelaskan bahwa pasar sempat merespons positif penundaan kenaikan tarif royalti tambang. Namun, optimisme tersebut sirna setelah pemerintah memastikan penyesuaian royalti tetap akan diberlakukan mulai Juni 2026.

"Secara teknikal, IHSG masih menguji area support penting di kisaran 6.850ÔÇô6.960. Selama level tersebut bertahan, peluang rebound masih terbuka, namun jika ditembus maka risiko pelemahan lanjutan akan meningkat," tulis riset BRI Danareksa, Selasa (12/5/2026).

Faktor eksternal turut memberikan tekanan menyusul pelemahan bursa Asia akibat kenaikan harga minyak dunia. Situasi ini memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal perdamaian dengan Iran.

Kondisi ekonomi makro juga menjadi beban bagi pasar saham domestik karena nilai tukar rupiah masih tertahan di atas level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelaku pasar kini menantikan rilis data penjualan ritel nasional serta data inflasi Amerika Serikat.

Momentum penting yang ditunggu investor adalah pengumuman rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan berlangsung hari ini, 12 Mei 2026. Peristiwa ini biasanya memicu volatilitas tinggi pada saham-saham yang masuk atau keluar dari indeks tersebut.

Berdasarkan pergerakan sektor, bidang infrastruktur menjadi penopang pasar dengan penguatan 1,52 persen. Sebaliknya, sektor transportasi dan logistik mencatatkan kinerja terburuk dengan pelemahan mencapai 2,88 persen.

Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG masih memiliki potensi pelemahan terbatas pada hari ini. "Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 6.850 ÔÇô 7.000," tulis Pilarmas dalam laporannya.

Terdapat sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati investor di tengah fluktuasi pasar ini. BRI Danareksa menyarankan pemantauan pada saham PANI, PNLF, dan RAJA, sementara Pilarmas Investindo Sekuritas menjagokan saham INCO, JPFA, serta SMRA.

Artikel terkait

Rekomendasi