Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi I, Rabu (13/5/2026), ditutup anjlok sebanyak 124 poin atau 1,81 persen ke level terendah baru dalam lebih dari setahun terakhir di posisi 6.734.
Kejatuhan indeks saham ini dipicu oleh aksi jual terhadap saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) yang keluar dari daftar MSCI Global Standard Indexes, sebagaimana dilansir dari Investortrust.
Tekanan jual yang signifikan melanda saham-saham utama yang dicoret dari indeks global tersebut, antara lain TPIA, DSSA, AMMN, BREN, CUAN, dan AMRT. Selain itu, penurunan indeks didorong oleh koreksi mendalam pada saham big cap lainnya seperti MORA, MLPT, dan AALI.
Dari sisi sektoral, penurunan tajam terjadi pada sektor material dasar yang merosot lebih dari 3,86 persen serta sektor infrastruktur yang melemah sebesar 3,05 persen. Pelemahan ini juga diikuti oleh saham di sektor energi, consumer primer, teknologi, consumer non primer, dan keuangan.
Meskipun indeks mengalami tekanan hebat, beberapa saham terpantau mencatatkan lonjakan harga yang signifikan. Saham KOPI melesat 24,56 persen menjadi Rp 284, disusul KONI yang naik 19,51 persen ke Rp 3.430, ELPI menguat 19,02 persen menjadi Rp 1.940, SWID tumbuh 18,52 persen ke Rp 128, dan BNBR naik 15,38 persen menjadi Rp 180.
Sehari sebelumnya, IHSG juga ditutup melemah sebesar 46,72 poin atau 0,68 persen menuju level 6.858. Pada perdagangan tersebut, investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) dengan nilai mencapai Rp 931,91 milar.
Aksi jual bersih oleh investor asing paling banyak menyasar saham ANTM dengan nilai Rp 217,76 miliar, kemudian saham BMRI senilai Rp 181,74 miar, serta saham CUAN yang mencapai Rp 173,97 miliar.
Pelemahan indeks pada hari sebelumnya didorong oleh depresiasi nilai tukar rupiah yang melewati angka Rp 17.500 per dolar AS. Hal itu diperparah oleh penurunan mayoritas sektor saham, dipimpin sektor industri sebesar 3,20 persen dan sektor kesehatan sebesar 3,52 persen.
Sektor consumer non primer ikut melemah 1,44 persen, disusul infrastruktur turun 1,49 persen, dan teknologi terkoreksi 0,61 persen. Di sisi lain, kenaikan justru terjadi pada saham sektor material dasar, transportasi, dan keuangan.
Pada perdagangan hari sebelumnya, saham CCSI dan ELPI berhasil mencatatkan kenaikan hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA). Saham CCSI melonjak 25 persen ke posisi Rp 300, sementara ELPI menguat 24,90 persen menjadi Rp 1.630. Selanjutnya, saham NZI tercatat melesat 30,82 persen menjadi Rp 191 dan KJEN naik 24 persen ke level Rp 155.