IHSG Bursa Efek Indonesia Anjlok ke Level 6807 pada Sesi I

IHSG Bursa Efek Indonesia Anjlok ke Level 6807 pada Sesi I
Foto: Ilustrasi IHSG Bursa Efek Indonesia Anjlok ke Level 6807 pada Sesi I.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) jatuh sebesar 98,49 poin atau 1,43 persen ke level 6.807 pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (12/5/2026). Pergerakan indeks tercatat berada pada rentang 6.802 hingga 6.977 dengan nilai transaksi mencapai Rp 66,5 triliun.

Dilansir dari Investortrust, penurunan indeks domestik ini berbanding terbalik dengan kondisi pasar Asia yang cenderung mengalami penguatan. Pelemahan IHSG berjalan beriringan dengan merosotnya nilai tukar rupiah yang menyentuh level tertinggi baru sepanjang masa.

Kejatuhan seluruh sektor saham menjadi pemicu utama melemahnya indeks, terutama sektor industri yang merosot 3,44 persen dan sektor infrastruktur sebesar 2,89 persen. Selain itu, sektor consumer non primer turun 1,51 persen, teknologi melemah 1,51 persen, dan consumer primer terpangkas 1,22 persen, sedangkan sektor transportasi melonjak pesat 2,73 persen.

Di tengah pelemahan indeks, beberapa saham justru mencatatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham CCSI yang melesat 25 persen ke harga Rp 300. Kenaikan signifikan juga dialami saham ELPI sebesar 24,90 persen menjadi Rp 1.630, saham KJEN naik 24,80 persen menjadi Rp 156, saham KONI menguat 24,41 persen menjadi Rp 3.160, dan saham KRYA meningkat 24,39 persen menjadi Rp 102.

Pada hari sebelumnya, IHSG juga ditutup melemah sebesar 63,78 poin atau 0,92 persen ke level 6.905. Penurunan tersebut disertai dengan aksi investor asing yang melanjutkan penjualan bersih atau net sell dengan total mencapai Rp 751,15 miliar.

Aksi jual bersih oleh investor asing paling banyak menyasar saham BMRI dengan nilai Rp 334,71 miliar. Nilai penjualan bersih terbesar berikutnya melanda saham BUMI yang mencapai Rp 135,36 miliar serta saham DSSA senilai Rp 115,86 miliar.

Pelemahan indeks pada hari kemarin dipengaruhi oleh kejatuhan saham-saham berkapitalisasi besar dan penurunan mayoritas sektor saham termasuk energi, industri, keuangan, properti, consumer primer, serta transportasi. Di sisi lain, sektor infrastruktur sempat bergerak melawan arah dengan melesat 1,52 persen.

Meskipun IHSG jatuh pada perdagangan hari sebelumnya, empat saham berhasil mencatatkan kenaikan ARA hingga lebih dari 34 persen. Saham-saham tersebut meliputi DPUM yang naik 34,67 persen, DFAM melonjak 34,62 persen menjadi Rp 140, LABS meningkat 34,16 persen menjadi Rp 216, serta saham MORA yang melesat 20 persen ke level Rp 9.000.

Artikel terkait

Rekomendasi