IHSG Berpotensi Menguat Terbatas pada Perdagangan Rabu

IHSG Berpotensi Menguat Terbatas pada Perdagangan Rabu
Foto: Ilustrasi IHSG Berpotensi Menguat Terbatas pada Perdagangan Rabu.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Rabu (29/4/2026) setelah melewati fase koreksi yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Proyeksi kenaikan ini didorong oleh potensi pembalikan teknis atau technical rebound, sebagaimana dilansir dari Money.

Pada penutupan perdagangan Selasa (28/4/2026), IHSG berakhir di zona merah dengan pelemahan sebesar 34,128 poin atau 0,48 persen ke level 7.072,393. Penurunan performa indeks tersebut dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian pasar modal domestik.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengidentifikasi bahwa area support indeks berada pada level 7.022 dengan batas resistance di posisi 7.106. Ia menilai kondisi pasar saat ini sudah menunjukkan kejenuhan jual.

"Untuk besok (Rabu) kami memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support 7.022 dan resistance 7.106, di mana kami perkirakan adanya peluang technical rebound di tengah koreksi yang dapat dikatakan sudah cukup dalam," ujar Herditya, Analis teknikal MNC Sekuritas.

Herditya menyarankan pelaku pasar untuk memperhatikan pergerakan saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) pada rentang Rp 1.830-Rp 1.925. Selain itu, ia merekomendasikan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mencatat adanya tekanan jual bersih oleh investor asing yang mencapai Rp 1,24 triliun pada perdagangan Selasa. Sektor perbankan menjadi target utama aksi jual tersebut di tengah gejolak geopolitik global.

Ketegangan di Timur Tengah, khususnya terkait kebijakan Iran di Selat Hormuz, menjadi faktor eksternal utama yang dicermati pasar. Kondisi ini menjaga harga minyak dunia tetap tinggi, dengan WTI di kisaran 100 dollar AS per barel dan Brent pada level 110 dollar AS per barel.

Reza juga menyoroti bahwa investor saat ini masih bersikap menunggu terhadap arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve. Untuk strategi investasi, ia menyarankan pendekatan beli saat harga lemah untuk saham tertentu.

Reza merekomendasikan strategi buy on weakness pada saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan target harga Rp 735-Rp 780 per saham. Penilaian positif juga diberikan kepada PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan target harga pada kisaran Rp 224-Rp 232.

Artikel terkait

Rekomendasi