Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Senin (18/5/2026) seiring tekanan dari sentimen global dan domestik yang belum mereda. Indeks saham sebelumnya ditutup melemah 1,98% ke level 6.723,32 pada perdagangan Rabu (13/5/2026), sebagaimana dilansir dari Investasi.
Penilaian terhadap pergerakan indeks saham yang masih berada dalam tekanan dan rawan melanjutkan tren pelemahan jangka pendek ini disampaikan oleh Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana.
ÔÇ£IHSG kami perkirakan masih rawan melanjutkan koreksinya dengan support di 6.682 dan resistance di 6.789,ÔÇØ kata Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas.
Faktor yang membayangi pergerakan pasar menurut Herditya meliputi perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, tekanan jual akibat rebalancing indeks MSCI, serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Untuk pilihan saham, ia menyarankan pelaku pasar mencermati saham DEWA pada rentang Rp 540-Rp 595, INDY di Rp 3.160-Rp 3.440, dan WIFI di Rp 2.460-Rp 2.710.
Analisis serupa disampaikan oleh Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, yang mengaitkan pelemahan dengan dampak pengumuman review kuartalan indeks MSCI.
ÔÇ£IHSG kembali melemah akibat pengumuman review kuartalan indeks MSCI, di mana sejumlah saham dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index,ÔÇØ jelas Alrich Paskalis Tambolang, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas.
Kendati demikian, Alrich mencatat bahwa tekanan aksi jual asing tidak sebesar kekhawatiran awal pasar, didukung status Indonesia yang bertahan di kategori emerging market.
ÔÇ£Perkiraan foreign outflow tidak sebesar proyeksi awal, dan sebagian arus dana keluar sebelumnya sudah mengantisipasi langkah MSCI tersebut,ÔÇØ tambah Alrich Paskalis Tambolang, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas.
Secara teknikal, indikator pasar menunjukkan adanya tekanan lanjutan bagi pergerakan indeks saham ke depan.
ÔÇ£Pelebaran histogram negatif pada MACD masih berlanjut, diiringi stochastic RSI yang bergerak menuju area oversold,ÔÇØ ujar Alrich Paskalis Tambolang, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas.
Kondisi teknikal tersebut membuat IHSG diperkirakan berpotensi menguji area support pada kisaran 6.700 hingga 6.650 pada perdagangan awal pekan.