Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pelemahan pada sesi perdagangan Rabu, 13 Mei 2026. Sejumlah sentimen global dan domestik menjadi pemberat pergerakan indeks hari ini.
Kondisi pasar modal dipengaruhi oleh melemahnya mayoritas indeks di Wall Street serta pengumuman terkait rebalancing indeks MSCI. Selain itu, tekanan berkelanjutan pada mata uang rupiah dan aksi jual oleh investor asing turut membayangi pasar.
Dilansir dari Investor Daily, pergerakan IHSG diproyeksikan akan bervariasi dengan kecenderungan melemah. Rentang pergerakan indeks diperkirakan berada pada level support 6.760-6.660 dan resistance di kisaran 6.960-7.055.
"IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.760-6.660 dan resist 6.960-7.055," tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasan, Rabu (13/5/2026).
Katalis positif bagi indeks berpeluang muncul dari kenaikan harga komoditas energi. Potensi rotasi investor ke saham-saham dengan fundamental kokoh juga diharapkan mampu menahan kejatuhan indeks lebih dalam.
Di bursa Amerika Serikat, indeks Wall Street ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah akibat koreksi saham sektor teknologi. Hal ini dipicu oleh angka inflasi yang melampaui ekspektasi pasar dan kenaikan harga minyak mentah.
Saham teknologi seperti Qualcomm merosot hingga 11,46 persen, diikuti Micron Technology sebesar 3,61 persen, dan Advanced Micro Devices sebesar 2,29 persen. Kondisi ini memberikan sentimen negatif bagi pasar ekuitas global.
Data Biro Statistik Ketenagakerjaan Amerika mencatat inflasi April naik 0,6 persen secara bulanan (mom). Capaian ini membuat inflasi tahunan menyentuh 3,8 persen (yoy), lebih tinggi dari perkiraan awal sebesar 3,7 persen.
Level inflasi tersebut merupakan yang tertinggi sejak Mei 2023. Di sisi lain, harga minyak mentah WTI melonjak 4,19 persen menjadi US$ 102,18 per barel, sementara Brent naik 3,42 persen ke posisi US$ 107,77 per barel.
Menghadapi situasi pasar yang menantang, CGS International Sekuritas Indonesia memberikan daftar saham pilihan untuk aktivitas trading hari ini. Fokus investor diarahkan pada sektor perbankan, telekomunikasi, dan energi.
Rekomendasi saham pilihan untuk perdagangan Rabu, 13 Mei 2026 meliputi EXCL, BBRI, BBNI, UNVR, ELSA, dan MEDC. Saham-saham ini dinilai memiliki potensi di tengah fluktuasi pasar modal saat ini.
Investor juga perlu mencermati manuver investor asing yang terpantau melakukan aksi jual, terutama pada saham-saham perbankan besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang belakangan mengalami tekanan cukup signifikan.