IHSG Berisiko Melemah Meski Parkir di Level 6.969 Pekan Ini

IHSG Berisiko Melemah Meski Parkir di Level 6.969 Pekan Ini
Foto: Ilustrasi IHSG Berisiko Melemah Meski Parkir di Level 6.969 Pekan Ini.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berisiko mengalami pelemahan pada perdagangan Senin (11/5/2026) meski sempat menguat tipis sepanjang pekan sebelumnya. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, indeks menutup perdagangan periode 4-8 Mei 2026 di level 6.969,39 atau tumbuh 0,18 persen.

Kenaikan indeks tersebut dibarengi dengan lonjakan aktivitas transaksi di pasar modal. Dilansir dari Market, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat menembus angka Rp23,06 triliun, yang menunjukkan adanya peningkatan partisipasi pasar yang cukup signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad menjelaskan bahwa kapitalisasi pasar modal juga merangkak naik sebesar 0,19 persen. Angka tersebut bergeser dari posisi Rp12.382 triliun menjadi Rp12.406 triliun pada penutupan pekan lalu.

Peningkatan juga terlihat pada volume transaksi harian yang melonjak 23,57 persen hingga mencapai 45,86 miliar lembar saham. Tren positif ini diikuti oleh nilai transaksi yang turut mengalami penguatan cukup tajam.

"Rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat sebesar 26,14% menjadi Rp23,06 triliun dari Rp18,27 triliun pada pekan sebelumnya," kata Kautsar, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia.

Meskipun performa pekan lalu tercatat hijau, tim riset MNC Sekuritas menilai posisi IHSG saat ini masih berada dalam fase yang rentan terhadap koreksi teknikal. Secara teknikal, pergerakan indeks diperkirakan sedang membentuk struktur gelombang tertentu yang memicu risiko penurunan.

ÔÇ£Worst case, IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.645ÔÇö6.838 dan best case IHSG akan menguat untuk menguji 7.207ÔÇö7.418,ÔÇØ tulis MNC Sekuritas, lembaga sekuritas.

Lembaga tersebut memetakan level support IHSG saat ini berada pada rentang 6.921 hingga 6.838. Sementara itu, titik resistansi yang harus ditembus untuk melanjutkan penguatan berada di area 7.207 sampai 7.332, dengan sejumlah saham seperti AADI, BULL, INCO, dan MAPA menjadi sorotan investor.

Artikel terkait

Rekomendasi