IHSG Berisiko Melemah ke Level 6.838 pada Perdagangan Selasa

IHSG Berisiko Melemah ke Level 6.838 pada Perdagangan Selasa
Foto: Ilustrasi IHSG Berisiko Melemah ke Level 6.838 pada Perdagangan Selasa.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami risiko pelemahan pada perdagangan Selasa (12/5/2026) setelah mencatatkan tren negatif pada penutupan hari sebelumnya. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir dari Market, indeks turun 0,92 persen ke posisi 6.905,62 pada Senin (11/5/2026).

Sepanjang perdagangan kemarin, indeks bergerak fluktuatif pada rentang 6.846,63 hingga 7.001,68 dengan mayoritas 463 saham melemah. Tercatat sebanyak 263 saham mengalami penguatan dan 233 saham lainnya berada pada posisi stagnan di akhir sesi.

Penurunan harga di jajaran saham unggulan LQ45 dipimpin oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang merosot 8,21 persen ke level Rp4.250. Kondisi serupa menimpa PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dengan penurunan 8,04 persen dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) yang terkoreksi 3,59 persen.

Sejumlah emiten lain turut mencatatkan rapor merah, di antaranya PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) sebesar 3,29 persen, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) 3,26 persen, serta PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang melemah 3,17 persen.

Di sisi lain, beberapa saham menunjukkan performa positif seperti PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang melonjak 11,06 persen. Penguatan juga diikuti PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) sebesar 6,03 persen dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang naik 3,86 persen.

Lonjakan harga saham tambahan diraih oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) sebesar 3,44 persen, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) 3,24 persen, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dengan kenaikan 1,93 persen.

Tim riset MNC Sekuritas memberikan analisis bahwa pergerakan indeks saat ini merupakan bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2). Analis menetapkan titik support pada area 6.838 dan 6.745, sementara level resistance berada di 7.069 hingga 7.207.

"Worst case, IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.645-6.838 dan meskipun menguat nampaknya akan menguji kembali 6.972-7.012," tulis MNC Sekuritas, Selasa (12/5/2026).

Menghadapi potensi koreksi tersebut, investor disarankan mempertimbangkan strategi beli saat harga melemah atau buy on weakness untuk emiten ANTM, MDKA, dan PTRO. Selain itu, opsi trading buy direkomendasikan untuk saham KLBF.

Artikel terkait

Rekomendasi