Gerak Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan signifikan pada penutupan perdagangan sesi I Rabu, 20 Mei 2026. Seperti dilansir dari Investor Daily, indeks saham domestik merosot sebesar 38,5 poin atau setara 0,6 persen menuju level 6.332,17.
Pergoyangan indeks terjadi setelah sebelumnya sempat menguat di zona hijau. Sepanjang sesi pertama, IHSG mencatatkan pergerakan bervariasi pada rentang nilai terendah 6.215 hingga nilai tertinggi 6.459.
Volume perdagangan di bursa mencapai 27,55 miliar lembar saham dengan nilai transaksi keseluruhan menyentuh Rp 13,67 triliun. Adapun frekuensi perdagangan yang tercatat oleh otoritas bursa adalah sebanyak 1.600.448 kali transaksi.
Kondisi pasar didominasi oleh koreksi massal dengan 521 saham bergerak melemah dan 128 saham stagnan. Sementara itu, hanya terdapat 165 saham yang mampu mengalami kenaikan, serta kelompok saham blue chip LQ45 terpantau menguat tipis sebesar 0,04 persen.
Pelemahan ini dipicu oleh rontoknya hampir seluruh sektor saham di bursa. Sektor transportasi mencatatkan penurunan paling dalam hingga 4,12 persen, disusul sektor barang baku sebesar 4,07 persen, dan sektor energi yang melemah 2,73 persen.
Sektor barang konsumsi non primer juga ikut terpangkas sebesar 1,31 persen serta sektor properti yang turun 1,19 persen. Sebaliknya, pertumbuhan positif hanya dialami oleh sektor keuangan yang naik 0,36 persen dan sektor barang konsumsi primer sebesar 0,15 persen.
Kelesuan pasar modal domestik sejalan dengan kondisi bursa saham di Asia yang kompak memerah pada sesi I. Indeks Nikkei Jepang ambles 1,56 persen, Straits Times Singapura terpangkas 0,73 persen, Hang Seng Hong Kong turun 0,55 persen, dan Shanghai China melemah 0,09 persen.
Di tengah tekanan indeks, tujuh saham terkoreksi hingga menyentuh batas auto rejection bawah atau ARB. Saham PT Pakuan Tbk (UANG) memimpin top losers dengan penurunan 14,83 persen ke Rp 2.240, diikuti PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang ambles 14,8 persen ke Rp 2.820, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) anjlok 14,74 persen ke Rp 2.660.
Selanjutnya, saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) ambrol 14,67 persen menjadi Rp 785. Penurunan juga dialami PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) sebesar 14,59 persen ke Rp 1.610, PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) turun 14,39 persen ke Rp 113, dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) terkoreksi 14,17 persen menjadi Rp 515.
Meski pasar melemah, lima saham berhasil melonjak tajam masuk dalam daftar top gainers. Saham PT Inter Delta Tbk (INTD) melonjak hingga 20 persen ke Rp 276, diikuti PT Mega Perintis Tbk (ZONE) yang melejit 17,65 persen ke Rp 400, dan PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) melesat 15,89 persen ke Rp 1.495.
Dua saham lain yang menguat signifikan adalah PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) dengan kenaikan sebesar 15,55 persen ke level Rp 6.875 per lembar. Kemudian disusul oleh saham PT Indo Rama Synthetics Tbk (INDR) yang bergerak menguat sebesar 15,53 persen menuju level Rp 2.380.