Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup merosot sebesar 43,45 poin atau 0,61 persen ke level 7.048 pada perdagangan Selasa (31/3/2026). Dilansir dari Investortrust, pergerakan indeks berada di rentang 7.031 hingga 7.155 dengan total nilai transaksi mencapai Rp 13,72 triliun.
Kelesuan pasar modal ini dipicu oleh koreksi tajam pada sejumlah sektor industri utama. Sektor energi mencatatkan pelemahan terdalam hingga 2,75 persen, diikuti sektor teknologi yang turun 1,31 persen, dan sektor industri sebesar 1,20 persen.
Selain itu, tekanan jual juga terjadi pada sektor keuangan yang melemah 0,53 persen serta sektor consumer primer sebesar 0,45 persen. Sebaliknya, pertumbuhan positif masih terjadi pada saham-saham di sektor properti dan kesehatan di tengah tren penurunan indeks secara umum.
Sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi pemberat laju indeks, di antaranya BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI. Berdasarkan data Investortrust, saham lain yang turut menekan pergerakan IHSG hari ini mencakup INCO, MORA, HRTA, hingga CMRY.
Meski indeks secara keseluruhan memerah, terdapat lima saham yang mencatatkan kenaikan signifikan hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA). Saham-saham tersebut dipimpin oleh CHEM yang menguat 34,94 persen ke harga Rp 112, disusul WEHA yang naik 34,78 persen menjadi Rp 155.
Kenaikan maksimal juga dialami saham POLA yang melesat 34,48 persen ke level Rp 78. Sementara itu, saham YPAS tercatat naik 25 persen menjadi Rp 925 dan saham BANK menguat 24,41 persen ke posisi Rp 530 per lembar saham.
Loncatan harga yang cukup tinggi juga terjadi pada saham TALF sebesar 23,33 persen, MOLI sebesar 22,02 persen, dan ESTA yang menguat 19,32 persen. Dua saham lainnya, yakni GSMF dan NZIA, juga terpantau melesat hingga ARA dengan kenaikan masing-masing di atas 34 persen.
Pada perdagangan sebelumnya, investor asing terpantau melakukan aksi jual bersih atau net sell mencapai Rp 686,12 miliar. Saham BBRI menyumbang net sell terbesar senilai Rp 461,43 miliar, diikuti oleh BBCA sebesar Rp 242,09 miliar dan BMRI senilai Rp 241 miliar.
| Kode Saham | Harga Penutupan (Rp) | Persentase Kenaikan |
|---|---|---|
| CHEM | 112 | 34,94% |
| WEHA | 155 | 34,78% |
| POLA | 78 | 34,48% |
| GSMF | 121 | 34,44% |
| NZIA | 260 | 34,02% |
| YPAS | 925 | 25% |
| BANK | 530 | 24,41% |
| TALF | 925 | 23,33% |
| MOLI | 266 | 22,02% |
| ESTA | 210 | 19,32% |
Sentimen negatif pasar hari ini merupakan kelanjutan dari fluktuasi indeks yang sebelumnya ditutup turun tipis 5,39 poin pada perdagangan kemarin. Sejumlah saham penahan pelemahan indeks saat ini datang dari emiten besar seperti DCII, DSSA, MLPT, ITMG, dan AADI.