Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan sebesar 1,57 persen ke level 6.751,04 pada pembukaan perdagangan Rabu (13/5/2026). Penurunan tajam ini dipicu oleh pengumuman rebalancing indeks global oleh MSCI Inc. yang mendepak sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar dari daftar mereka.
Berdasarkan data RTI Business pukul 09.01 WIB yang dilansir dari Market, indeks melemah 107,85 poin dengan rentang pergerakan di posisi 6.747. Nilai transaksi awal sesi tercatat mencapai Rp650,80 miliar dari perdagangan 1,11 miliar lembar saham, di mana 314 saham tercatat melemah.
Sejumlah saham big caps mengalami tekanan hebat, seperti DSSA yang anjlok 7,73 persen ke harga Rp1.075 dan CUAN yang ambles 10,05 persen ke posisi Rp850. Selain itu, saham AMMN juga terkoreksi 9,58 persen ke level Rp3.680 per lembar saham di tengah total kapitalisasi pasar bursa yang berada di angka Rp11.925 triliun.
Hasil MSCI May 2026 Index Review mengonfirmasi tidak adanya emiten baru dari Indonesia yang masuk ke dalam MSCI Global Standard Index. Sebaliknya, lembaga tersebut menghapus enam emiten sekaligus, yaitu AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT dari indeks bergengsi tersebut.
Meskipun keluar dari Global Standard Index, saham AMRT tercatat masuk ke dalam MSCI Small Cap Index. Namun, pada kategori Small Cap ini, MSCI justru mencoret 13 saham Indonesia lainnya termasuk ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG.
Kondisi pasar juga dipengaruhi oleh pelemahan mayoritas bursa Asia akibat kenaikan harga minyak mentah setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal damai Iran. Tekanan tambahan bagi pasar domestik muncul dari nilai tukar rupiah yang menembus angka di atas Rp17.400 per dolar AS.
Analisis mengenai kebijakan pemerintah terkait royalti tambang turut mewarnai pergerakan sentimen investor di lantai bursa saat ini.
"Sentimen pasar sempat membaik setelah penundaan rencana kenaikan tarif royalti tambang, namun kembali tertekan setelah pemerintah memastikan penyesuaian royalti tetap berlaku mulai Juni 2026" katanya.
Penyesuaian portofolio oleh investor institusi dan ETF berbasis MSCI diprediksi akan terus meningkatkan volatilitas pasar hingga akhir Mei 2026. Pada hari sebelumnya, IHSG juga telah ditutup melemah 0,92 persen dengan dominasi aksi jual bersih oleh investor asing senilai Rp659 miliar di pasar reguler.