Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 3,54 persen atau anjlok 223,56 poin ke level 6.094,94 pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Penurunan tajam ini dipicu oleh sikap pelaku pasar yang masih menunggu kepastian terkait implementasi kebijakan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), sebagaimana dilansir dari Suara.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa fluktuasi yang terjadi di pasar modal merupakan bentuk respons dari para investor yang membutuhkan kepastian dan gambaran lebih jelas mengenai operasional lembaga baru tersebut.
"Tentunya sama kalau IHSG, mereka kan juga, ini kan mereka perlu mencari certainty juga pengen tahu hasilnya," ujar Pandu di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian.
Menurut penegasan Pandu, pemerintah saat ini tengah aktif melakukan pembahasan internal mengenai transisi regulasi. Langkah tersebut dibarengi dengan upaya penyerapan berbagai aspirasi dari kalangan industri agar proses penyesuaian berjalan tanpa hambatan.
"Nanti kita akan, semuanya nih kita lagi dapat masukan juga dari industri, bakal ketemu asosiasi juga nanti, dan ketemu pemain-pemain the next 2 days, so it should be okay lah," ujarnya.
Pihak Danantara memastikan bahwa seluruh kontrak bisnis yang sedang berjalan saat ini akan tetap dihormati dan dijaga keberlangsungannya. Pemerintah berkomitmen penuh untuk mencegah terjadinya gangguan pada aktivitas usaha yang telah eksis selama fase transisi aturan baru ini.
"Kontrak existing pasti kan tetap ada, akan jalan, sekarang kita enggak mau disrupt anything with respect to kontrak-kontrak yang existing, kita ingin semuanya lancar, berjalan dengan baik," katanya.
Kendati pasar mengalami koreksi, optimisme terhadap pemulihan stabilitas pasar saham tetap ada. Pandu meyakini respons investor akan segera membaik begitu detail pelaksanaan kebijakan Danantara diumumkan secara resmi ke publik.
"Ya insyaallah pasti baik lah, kan kita pasti akan melihat market, market-nya penting," ucap Pandu.