Indeks Harga Saham Gangguan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak memerah setelah 15 menit perdagangan berjalan pada Kamis (21/5/2026). Dilansir dari Investortrust, indeks terpantau merosot hingga 66 poin atau setara 1,07 persen ke level 6.251.
Kondisi ini berbalik arah dari momen pembukaan perdagangan yang sempat menguat 47,98 poin atau 0,76 persen ke posisi 6.366. Pergerakan negatif bursa domestik ini juga berbanding terbalik dengan pasar global yang sedang mengalami tren penguatan besar.
Penurunan indeks pada pagi hari didorong oleh kemerosotan berkelanjutan dari saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu. Saham TPIA mencatat penurunan terdalam hingga terkena Auto Reject Bawah (ARB) sebesar 14,66 persen.
Emiten lain yang terafiliasi juga mengalami koreksi tajam, seperti saham BREN yang anjlok 7,17 persen dan BRPT yang melemah 5,52 persen. Selain itu, saham DSSA turut jatuh 12,68 persen serta MDKA berkurang 5,96 persen.
Koreksi IHSG diperparah oleh pelemahan seluruh sektor saham dengan kontribusi penurunan terbesar dari sektor material dasar yang merosot 3,23 persen dan sektor energi yang melemah 2 persen. Sektor infrastruktur juga terpangkas 2,24 persen, diikuti konsumer primer 1,20 persen, dan sektor kesehatan 1,50 persen.
Pada hari sebelumnya, bursa domestik ditutup melemah 52,18 poin atau 0,82 persen menuju level 6.318. Padahal, investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp 249,17 miliar di seluruh pasar.
Aksi beli bersih investor asing kemarin paling banyak menyasar saham VKTR dengan nilai Rp 262,35 miliar. Saham BUMI juga mencatat net buy sebesar Rp 223,43 miliar, disusul oleh saham BMRI senilai Rp 217,73 miliiar.
Pelemahan yang terjadi kemarin juga dipicu oleh jatuhnya seluruh sektor saham, yang dipimpin oleh sektor material dasar sebesar 4,67 persen. Sektor transportasi anjlok 4,22 persen, energi merosot 2,65 persen, konsumer primer turun 2,06 persen, dan sektor teknologi melemah 1,38 persen, sementara sektor keuangan dan infrastruktur justru menguat.
Tekanan utama terhadap indeks secara keseluruhan bersumber dari jajaran emiten berkapitalisasi besar (big cap). Saham TPIA anjlok 14,74 persen, BREN turun 7,62 persen, BRPT merosot 10,18 persen, DSSA jatuh 5,33 persen, CUAN melemah 9,23 persen, dan AMMN melorot 6,31 persen.