IHSG Anjlok 52 Poin Bursa Indonesia Catat Net Buy Asing Rp 249 Miliar

IHSG Anjlok 52 Poin Bursa Indonesia Catat Net Buy Asing Rp 249 Miliar
Foto: Ilustrasi IHSG Anjlok 52 Poin Bursa Indonesia Catat Net Buy Asing Rp 249 Miliar.

Investor asing kembali membukukan aksi beli bersih atau net buy senilai Rp 249,17 miliar di pasar modal dalam negeri. Kondisi ini terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia ditutup merosot tajam pada perdagangan Rabu (20/5/2026).

Dikutip dari Investortrust, indeks saham nasional terkoreksi sebesar 52,18 poin atau melemah 0,82 persen. Penurunan tersebut membawa IHSG mendarat ke level 6.318 pada akhir sesi perdagangan.

Aktivitas perburuan saham oleh pemodal asing paling banyak menyasar pada saham VKTR dengan akumulasi mencapai Rp 262,35 miliar. Posisi berikutnya ditempati oleh saham BUMI yang mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 223,43 miliar.

Saham BMRI juga menjadi tujuan investasi asing dengan nilai Rp 217,73 miliar. Aliran modal masuk kemudian diikuti oleh saham ENRG sebesar Rp 116,47 miliar serta saham ADRO yang mengantongi net buy Rp 111,38 miliar.Sebaliknya, tekanan jual tertuju pada sejumlah saham papan atas. Saham BBCA memimpin pelepasan bersih oleh asing sebesar Rp 375,75 miliar, disusul saham BBRI yang dilepas senilai Rp 221,01 miliar.

Aksi jual bersih investor asing juga melanda saham TPIA sebesar Rp 140,50 miliar. Kemudian saham AMMN mencatatkan net sell Rp 123,78 miliar, dan saham DSSA mencatat penjualan bersih senilai Rp 113,68 miliar.

Kemerosotan IHSG pada tengah pekan ini dipicu oleh kejatuhan performa seluruh sektor saham di bursa. Sektor material dasar menjadi penekan utama setelah anjlok sedalam 4,67 persen, disusul sektor transportasi yang jatuh hingga 4,22 persen.

Sektor energi juga mengalami pelemahan sebesar 2,65 persen pada perdagangan hari ini. Penurunan performa turut dialami sektor consumer primer sebesar 2,06 persen serta sektor teknologi yang melempem 1,38 persen. Di sisi lain, pemulihan hanya tampak pada saham sektor keuangan dan infrastruktur.

Secara spesifik, koreksi indeks disebabkan oleh anjloknya harga saham berkapitalisasi besar milik taipan Prajogo Pangestu. Saham TPIA tercatat anjlok sebesar 14,74 persen, sementara saham BREN mengalami penurunan 7,62 persen.

Pelemahan ini diperparah oleh saham BRPT yang merosot sebanyak 10,18 persen. Emiten lainnya seperti DSSA jatuh sebesar 5,33 persen, saham CUAN merosot hingga 9,23 persen, dan saham AMMN ikut melorot 6,31 persen.

Sederet Emiten yang Menguat Tajam

Kendati indeks bergerak di zona merah, beberapa saham berhasil mencetak lonjakan harga yang signifikan. Saham LCKM memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 29,33 persen menjadi Rp 194 per lembar.

Saham APIC menyusul di zona hijau dengan pertumbuhan sebesar 24,81 persen ke posisi Rp 1.610. Selanjutnya, saham INTD menguat sebanyak 24,35 persen hingga mencapai level harga Rp 286.

Kenaikan harga yang pesat juga dibukukan oleh saham MORA sebesar 19,75 persen ke angka Rp 7.125. Saham ZONE menggenapi barisan emiten hijau dengan peningkatan 18,82 persen menjadi Rp 404 per lembar.

Kilas Balik Perdagangan Sebelumnya

Sinyal pelemahan pasar modal sebetulnya sudah terkonfirmasi sejak hari perdagangan sebelumnya. Pada hari tersebut, bursa nasional terhempas dalam setelah kehilangan 228,56 poin atau ambles sebanyak 3,46 persen ke posisi terendah 6.370.

Meski mengalami tekanan jual massal, pemodal asing kala itu tetap mencatatkan net buy senilai Rp 260,12 miliar. Saham MDKA menjadi buruan utama dengan nilai transaksi bersih Rp 343,41 miliar.

Saham komoditas lain seperti ADRO mencatatkan transaksi beli bersih senilai Rp 209,08 miliar. Sementara itu, saham MBMA mengamankan aliran dana investor asing sebesar Rp 99,94 miliar.

Pada perdagangan sehari sebelumnya itu, lonjakan harga saham juga tetap terjadi di tengah kepanikan pasar. Saham LCKM melonjak 33,93 persen menjadi Rp 150, dan saham RELI mendaki hingga 24,48 persen ke level Rp 600.

Penguatan harga saham juga terlihat pada emiten ASPR yang naik sebesar 15,42 persen menjadi Rp 464. Saham FOOD terapresiasi sebesar 10 persen ke posisi Rp 187, serta saham SRAJ yang menguat 9,06 persen hingga ditutup pada harga Rp 13.850.

Artikel terkait

Rekomendasi