Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam sebesar 202 poin atau 3,08 persen ke level 6.396 pada perdagangan sesi I hari Selasa (19/5/2026) akibat kombinasi sentimen negatif global dan domestik. Informasi kejatuhan indeks ini dilansir dari Investor Daily setelah pasar sempat menguat di awal perdagangan.
Kondisi pasar modal yang bergerak liar dipengaruhi oleh ketidakpastian konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), lonjakan harga minyak dunia, serta pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp17.700 per dolar AS. Pelaku pasar kini memfokuskan perhatian pada pergerakan pasar keuangan.
Analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas memberikan penjelasan tertulis mengenai dinamika pasar global yang sempat merespons positif pembatalan rencana serangan militer oleh Presiden AS Donald Trump ke Iran atas saran sejumlah negara Timur Tengah.
"Kondisi tersebut sempat memicu optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran sehingga meredakan kekhawatiran eskalasi perang di Timur Tengah," tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam keterangan pers, Selasa (19/5/2026).
Sentimen positif tersebut tidak bertahan lama karena para investor masih meragukan konsistensi sikap politik dari Presiden Donald Trump. Kekhawatiran terhadap inflasi global yang dipicu kenaikan harga minyak dunia turut membayangi pergerakan modal dan arah suku bunga The Fed.
Selain faktor internasional, sentimen domestik ikut menekan performa indeks saham melalui pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Gubernur Bank Indonesia dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI menyatakan kesiapan otoritas moneter untuk mengintervensi pasar demi menjaga stabilitas mata uang.
"Pelaku pasar juga menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 19-20 Mei 2026 terkait arah kebijakan suku bunga acuan," tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.
Perdagangan sesi pertama mencatat sejumlah saham mengalami lonjakan harga tertinggi seperti RELI, KONI, ZATA, LCKM, dan FOOD. Sebaliknya, penurunan harga saham paling dalam dialami oleh emiten ICON, DFAM, RLCO, GSMF, dan COCO.
Pihak sekuritas memberikan proyeksi kelanjutan pasar untuk sesi kedua dengan menyertakan analisis teknikal pada saham sektor ritel.
"AMRT direkomendasikan dengan rating buy pada level support 1.395 dan resistance 1.490," tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.