Indeks Harga Saham Gangguan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi I Selasa (19/5/2026). Setelah sempat bergerak ke zona hijau di awal pembukaan, indeks saham domestik justru berbalik merosot tajam pada pertengahan hari.
Dilansir dari Investor Daily, IHSG terkoreksi dalam sebesar 202,97 poin atau jatuh 3,08 persen. Penurunan tersebut membawa indeks ke level 6.396,26 pada penutupan paruh pertama perdagangan.
Aktivitas jual yang masif memicu pergerakan liar indeks pada rentang 6.376 hingga 6.635. Kondisi ini menyeret ratusan saham ke zona merah, termasuk 13 saham yang mengalami penurunan tajam hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB).
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan volume perdagangan sesi I mencapai 27,96 miliar lembar saham. Nilai transaksi total tercatat sebesar Rp 15,13 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.731.057 kali.
Secara keseluruhan, terdapat 611 saham yang bergerak turun dan 107 saham berjalan stagnan. Sementara itu, hanya 96 saham yang mampu mencatatkan kenaikan, dengan saham-saham blue chip dalam indeks LQ45 ikut melemah 2,1 persen.
Seluruh sektor saham kompak berguguran pada akhir sesi I. Sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 7,26 persen, disusul sektor energi yang melorot 6,49 persen.
Sektor transportasi dan infrastruktur turut mengalami kejatuhan yang sama besar, yakni masing-masing turun 5,94 persen. Sektor perindustrian juga ikut melemah sebesar 3,43 persen.
Pergerakan bursa di Asia terpantau bervariasi pada paruh pertama hari ini. Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 0,28 persen dan Straits Times di Singapura naik 0,69 persen, sedangkan Nikkei Jepang turun 0,44 persen dan Shanghai China melemah 0,09 persen.
Penurunan tajam pada sesi I membuat para pemodal menghadapi koreksi nilai investasi karena 13 emiten masuk dalam daftar top losers dengan penurunan harga di atas 14 persen.
| Nama Emiten | Kode Saham | Persentase Penurunan | Harga Saham (Rp) |
|---|---|---|---|
| PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk | ELPI | 15% | 1.530 |
| PT Island Concepts Indonesia Tbk | ICON | 14,97% | 125 |
| PT Dafam Property Indonesia Tbk | DFAM | 14,96% | 108 |
| PT Timah Tbk | TINS | 14,96% | 2.900 |
| PT Abadi Lestari Indonesia Tbk | RLCO | 14,91% | 3.310 |
| PT Wahana Interfood Nusantara Tbk | COCO | 14,91% | 264 |
| PT Equity Development Investment Tbk | GSMF | 14,84% | 132 |
| PT BSA Logistics Indonesia Tbk | WBSA | 14,81% | 920 |
| PT Chandra Asri Pacific Tbk | TPIA | 14,75% | 3.120 |
| PT Indika Energy Tbk | INDY | 14,69% | 2.440 |
| PT Dyandra Media International Tbk | DYAN | 14,68% | 93 |
| PT Hetzer Medical Indonesia Tbk | MEDS | 14,53% | 83 |
| PT Batavia Prosperindo Trans Tbk | BPTR | 14,43% | 83 |