Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penurunan hebat sebesar 561,27 poin atau 8,35 persen hingga mendarat di level 6.162,04. Dilansir dari Investortrust, indeks bahkan sempat menyentuh rekor terendah pada level 5.966.
Kejatuhan ekstrem ini memicu hilangnya kapitalisasi pasar atau market cap sebesar Rp1.190 triliun atau 10,07 persen menjadi Rp11.825 triliun hanya dalam lima hari perdagangan. Kondisi tersebut merombak daftar sepuluh besar market cap di BEI.
Posisi teratas kini dihuni oleh BBCA, yang diikuti oleh DCII, BBRI, BMRI, BYAN, BREN, MORA, TLKM, ASII, dan AMMN. Sementara itu, saham TPIA harus rela terdepak dari daftar elite tersebut.
Pelemahan IHSG sebesar 8,35 persen dalam pekan ini menjadi yang terburuk di dunia. Sebagai perbandingan, indeks Hang Seng tercatat hanya melemah 1,37 persen dan FTSE Bursa Malaysia turun 1,58 persen. Penurunan dahsyat ini membuat peringkat kapitalisasi pasar BEI merosot menjadi nomor dua di ASEAN di bawah Singapura.
Kemerosotan indeks dipicu oleh kejatuhan seluruh sektor saham. Sektor transportasi memimpin pelemahan sebesar 19,1 persen, disusul sektor material dasar yang anjlok 16,31 persen, dan sektor energi yang turun 13,68 persen.
Sektor industri juga mengalami penurunan sebesar 11,70 persen, diikuti sektor infrastruktur sebesar 10,80 persen, serta sektor konsumer primer yang melemah 10,20 persen.
Lima saham yang mengalami kejatuhan paling dalam minggu ini meliputi TPIA yang ambles 53,49 persen, WBSA merosot 50,20 persen, dan DSSA anjlok 47,34 persen. Selain itu, saham CUAN tergerus 39,41 persen, NSSS melemah 38,30 persen, serta BANK turun 37,45 persen.
Adapun penekan utama pergerakan indeks sepanjang pekan ini berasal dari rontoknya saham TPIA, DSSA, BREN, BRPT, AMMN, BRMS, dan BYAN.
Aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing masih terus berlanjut. Sepanjang pekan ini, investor asing membukukan penjualan bersih senilai Rp807,68 miliar.
Nilai tersebut turun tajam jika dibandingkan dengan realisasi net sell pekan sebelumnya yang mencapai Rp3,21 triliun. Secara year to date (ytd), akumulasi total aksi jual bersih investor asing telah menembus angka Rp41,63 triliun.
Saham BBCA menjadi yang paling banyak dilepas oleh asing dengan nilai net sell mencapai Rp1,03 triliun. Posisi berikutnya ditempati oleh AMMN sebesar Rp624,04 miliar, ANTM senilai Rp589,06 miliar, BREN mencapai Rp516,64 miliar, dan TPIA sebanyak Rp438,69 miliar.
Di sisi lain, beberapa saham masih membukukan pembelian bersih atau net buy oleh asing. Saham MDKA memimpin dengan nilai beli bersih sebesar Rp691,09 miliar.
Selanjutnya, saham BRMS mencatatkan net buy senilai Rp414,27 miliar, BUMI sebesar Rp413,08 miliar, FILM mencapai Rp366,93 miliar, dan ADRO mengantongi Rp315,09 miliar.