IHSG Ambles ke Level Terendah Setahun pada 18 Mei 2026

IHSG Ambles ke Level Terendah Setahun pada 18 Mei 2026
Foto: Ilustrasi IHSG Ambles ke Level Terendah Setahun pada 18 Mei 2026.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) merosot tajam hingga menyentuh level terendah dalam setahun terakhir pada penutupan sesi I, Senin (18/5/2026). Dikutip dari Investor Daily, indeks terkoreksi sebesar 252,97 poin atau 3,76% ke level 6.470,34.

Pergerakan indeks sepanjang paruh pertama hari ini berada di zona merah pada rentang 6.398 hingga 6.631. Posisi di level 6.400 ini tercatat sebagai yang pertama kali sejak April 2025.

Data dari Bursa Efek Indonesia (IDX) menunjukkan volume perdagangan mencapai 21,55 miliar lembar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 11,96 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.728.389 kali.

Kondisi pasar didominasi oleh pelemahan dengan 682 saham bergerak turun, sementara hanya 84 saham yang menguat dan 52 saham lainnya stagnan. Indeks saham blue chip LQ45 turut melemah signifikan sebesar 3,06%.

Seluruh sektor saham mencatatkan penurunan pada akhir sesi pertama. Sektor barang baku memimpin pelemahan setelah anjlok 8,14%, diikuti oleh sektor transportasi yang turun 6,12%.

Sektor perindustrian juga merosot 4,76%, sektor infrastruktur terpangkas 4,16%, dan sektor kesehatan melemah 3,84%. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya bursa saham di Asia secara serentak.

Indeks Hang Seng di Hong Kong jatuh 1,2%, Nikkei di Jepang berkurang 0,7%, Straits Times Singapura turun 0,32%, dan Shanghai di China melemah 0,07%.

Di tengah kejatuhan indeks, terdapat lima saham yang mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan kenaikan harga berkisar antara 12% hingga 19%.

PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) memimpin penguatan dengan kenaikan 19,66% ke Rp 3.470. PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) menyusul dengan lonjakan 15,66% ke Rp 96.

Selanjutnya, saham PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) naik 14,66% ke Rp 3.910, PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) menguat 12,5% ke Rp 198, dan PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) tumbuh 12,32% ke level Rp 155.

Sembilan Saham Menyentuh Batas ARB

Sebaliknya, tekanan jual yang besar membuat sembilan saham anjlok parah hingga membentur batas auto rejection bawah (ARB) dan menempati kelompok top losers.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) merosot 14,98% ke Rp 880, PT Chandra Asri Tbk (TPIA) turun 14,88% ke Rp 3.660, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terpangkas 14,86% ke Rp 3.150.

Saham PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) juga jatuh 14,81% ke Rp 1.495, PT Perdana Bangun Pusaska Tbk (KONI) turun 14,75% ke Rp 2.890, serta PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) melemah 14,62% ke Rp 1.080.

Pelemahan ditutup oleh PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) yang terpangkas 14,08% ke Rp 244, PT Link Net Tbk (LINK) ambrol 14,06% ke Rp 1.375, dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang merosot 14,04% ke level Rp 11.175.

Artikel terkait

Rekomendasi