Tekanan hebat melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir sesi pertama perdagangan Selasa (19/5/2026). Merujuk data bursa yang dikutip dari Money, indeks saham domestik ini ambles tajam sebesar 3,08 persen, yang membuatnya terlempar ke level 6.396.
Kejatuhan indeks pada paruh pertama hari ini utamanya disebabkan oleh gelombang aksi jual yang menerpa saham-saham di sektor energi dan pertambangan. Koreksi yang terjadi di dua sektor tersebut menyeret pelemahan hampir di seluruh indeks sektoral bursa.
Emiten PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatatkan penurunan terdalam dengan koreksi mencapai 14,7 persen. Di belakangnya menyusul PT Timah Tbk (TINS) yang merosot 14,36 persen, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melemah 12 persen, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terdepresiasi 10,1 persen.
Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sebenarnya sempat dibuka pada level 6.599,213. Indeks bahkan sempat merangkak naik hingga menyentuh titik tertinggi di posisi 6.635,127 sebelum akhirnya berbalik arah dan jatuh ke level terendah di angka 6.376,343.
Gelombang pelepasan aset oleh investor tecermin dari dominasi pergerakan saham yang memerah. Tercatat sebanyak 611 saham bergerak melemah, berbanding terbalik dengan hanya 96 saham yang menguat, sedangkan 107 saham lainnya stagnan.
Aktivitas perdagangan pada sesi satu ini berlangsung sangat masif dengan nilai transaksi yang menembus Rp 15,131 triliun. Total volume saham yang diperdagangkan mencapai 27,962 miliar unit saham melalui frekuensi transaksi sebanyak 1,73 juta kali.
Koreksi mendalam ini berimbas langsung pada menyusutnya nilai kapitalisasi pasar di BEI menjadi Rp 11.160 triliun. Kondisi pasar modal dalam negeri ini kontras dengan mayoritas bursa di kawasan Asia yang justru melaju di zona hijau seiring melandainya harga minyak dunia.
Meskipun demikian, sentimen positif global akibat penurunan harga minyak tersebut belum sepenuhnya meredakan tekanan di regional Asia. Hal ini terlihat dari pergerakan bursa saham Tokyo dan Seoul yang terpantau masih tertahan di zona merah hingga siang hari.