IHSG Ambles ke Level 6.905, Investor Asing Catat Net Sell Rp 751,15 Miliar

IHSG Ambles ke Level 6.905, Investor Asing Catat Net Sell Rp 751,15 Miliar
Foto: Ilustrasi IHSG Ambles ke Level 6.905, Investor Asing Catat Net Sell Rp 751,15 Miliar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Senin (11/5/2026). Seperti diberitakan oleh Investortrust, indeks ditutup melemah signifikan sebesar 63,78 poin atau terkoreksi 0,92% ke level 6.905.

Kejatuhan indeks bursa domestik ini berjalan beriringan dengan aksi jual bersih (net sell) yang dilakukan oleh investor asing. Total nilai penjualan bersih oleh pemodal internasional tersebut mencapai Rp 751,15 miliar.

Aksi lepas saham oleh investor asing paling banyak menyasar saham BMRI dengan nilai mencapai Rp 334,71 billion. Selain itu, saham BUMI juga mencatatkan net sell sebesar Rp 135,36 miliar, diikuti DSSA senilai Rp 115,86 miliar, BRPT senilai Rp 89,83 miliar, dan BBRI mencapai Rp 59,95 mliar.

Penurunan tajam IHSG pada awal pekan ini utamanya didorong oleh merosotnya harga sejumlah saham berkapitalisasi besar (big cap). Saham DSSA memimpin pelemahan setelah melorot 13,36%, disusul oleh TPIA yang anjlok 8,18%, BREN melemah 7,56%, serta AMMN yang turun 1,90%.

Kondisi ini diperparah oleh rontoknya mayoritas sektor saham di bursa. Sektor-sektor yang mengalami pelemahan antara lain energi, industri, keuangan, properti, consumer primer, hingga transportasi. Di sisi lain, sektor infrastruktur menjadi pembeda dengan melesat 1,52%.

Meski indeks secara keseluruhan tertekan, beberapa saham justru berhasil menembus batas auto reject atas (ARA) dengan lonjakan lebih dari 34%. Saham DPUM melesat 34,67%, DFAM naik 34,62% ke harga Rp 140, dan LABS menguat 34,16% menuju level Rp 216. Lonjakan signifikan juga membentur saham MORA yang naik 20% ke posisi Rp 9.000.

Akumulasi Beli Asing dan Kilas Balik Pekan Lalu

Di tengah derasnya aksi jual, beberapa emiten masih menjadi tujuan pembelian bersih (net buy) oleh investor asing. Saham MAPI memimpin dengan net buy sebesar Rp 83,84 miliar, diikuti ADRO senilai Rp 47,86 miliar, INCO sebesar Rp 44,23 miliar, ASII mencapai Rp 37,90 miliar, dan MINA sebesar Rp 23,33 mliar.

Tren negatif ini melanjutkan performa buruk IHSG dari akhir pekan lalu yang juga berakhir di zona merah. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, indeks saham jatuh hingga 204,92 poin atau amblas 2,86% ke level 6.969.

Koreksi pada akhir pekan tersebut dibarengi dengan aksi jual bersih oleh pemodal asing senilai Rp 389,31 miliar di seluruh pasar. Tiga saham yang paling banyak dilepas saat itu adalah BMRI sebesar Rp 436,38 miliar, BUMI mencapai Rp 82,88 miliar, dan TINS sebesar Rp 76,45 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi