Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu (20/5/2026). Dilansir dari Investor Daily, indeks ditutup ambles sebesar 228,5 poin atau merosot 3,46 persen menuju level 6.370,6.
Meskipun performa indeks acuan melemah signifikan, investor asing justru memanfaatkan momentum untuk mengoleksi sejumlah saham. Aksi beli bersih atau net buy oleh modal asing terpantau marak pada beberapa emiten berkapitalisasi besar.
Berdasarkan data dari Stockbit, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin perolehan dengan nilai beli bersih asing mencapai Rp 223,4 miliar. Menyusul di posisi kedua, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan net buy asing sebesar Rp 217,7 miar, kemudian PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menyusul dengan nilai Rp 111,3 miliar.
Arus modal masuk dari investor luar negeri terkonsentrasi pada sepuluh saham utama di pasar modal. Emiten sektor komoditas dan perbankan mendominasi perburuan portofolio tersebut.
| No | Nama Emiten | Kode Saham | Nilai Net Buy Asing |
|---|---|---|---|
| 1 | PT Bumi Resources Tbk | BUMI | Rp 223,4 miliar |
| 2 | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk | BMRI | Rp 217,7 miliar |
| 3 | PT Alamtri Resources Indonesia Tbk | ADRO | Rp 111,3 miliar |
| 4 | PT Timah Tbk | TINS | Rp 82,8 miliar |
| 5 | PT Merdeka Battery Materials Tbk | MBMA | Rp 76,7 miliar |
| 6 | PT Indika Energy Tbk | INDY | Rp 74,4 miliar |
| 7 | PT Adaro Andalan Indonesia Tbk | AADI | Rp 61,7 miliar |
| 8 | PT Merdeka Copper Gold Tbk | MDKA | Rp 54,6 miliar |
| 9 | PT Darma Henwa Tbk | DEWA | Rp 51,7 miliar |
| 10 | PT Petrosea Tbk | PTRO | Rp 47,8 miliar |
Rincian Transaksi dan Ativitas Perdagangan Bursa
Secara kumulatif, nilai transaksi beli bersih oleh investor asing di seluruh pasar pada perdagangan tersebut menyentuh angka Rp 249,1 miliar. Namun, terdapat perbedaan aktivitas yang cukup kontras antara pasar reguler dan pasar negosiasi.
Pada pasar reguler, pemodal asing sebenarnya membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 130,8 miliar. Sebaliknya, akumulasi beli justru terjadi di pasar negosiasi dan pasar tunai dengan torehan nilai mencapai Rp 380,05 miliar.
Kondisi pasar secara umum menunjukkan dominasi sentimen koreksi yang kuat. Perdagangan hari itu mencatatkan total nilai transaksi sebesar Rp 21,9 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 37,8 billion saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,4 juta kali.
Pergerakan harga saham di papan perdagangan memperlihatkan sebanyak 510 saham bergerak melemah yang menahan laju indeks. Sementara itu, terdapat 217 saham yang bergerak menguat dan sebanyak 232 saham lainnya ditutup stagnan.