IHSG Ambles 2,76 Persen dan 12 Saham Sentuh Batas ARB

IHSG Ambles 2,76 Persen dan 12 Saham Sentuh Batas ARB
Foto: Ilustrasi IHSG Ambles 2,76 Persen dan 12 Saham Sentuh Batas ARB.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 174,14 poin atau 2,76 persen ke posisi 6.144,35 pada akhir perdagangan sesi I, Kamis (21/5/2026).

Seperti dilansir dari Investor Daily, pergerakan indeks hari ini bahkan sempat merosot ke level terendahnya sejak Maret 2025 dengan rentang pergerakan di kisaran 6.134 hingga 6.378.

Kemerosotan ini diiringi dengan ambruknya 12 saham yang menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) secara bersamaan sehingga masuk dalam jajaran top losers, termasuk saham WBSA dan BRMS.

Data dari Bursa Efek Indonesia (IDX) menunjukkan volume perdagangan pada sesi I mencapai 19,91 miliar lembar saham, dengan nilai transaksi total menyentuh Rp 9,78 triliun dari 1.285.918 kali frekuensi transaksi.

Kondisi pasar didominasi oleh tren negatif dengan 601 saham bergerak melemah, sementara hanya 118 saham yang menguat dan 94 saham lainnya stagnan. Indeks saham blue chip LQ45 juga tidak luput dari tekanan setelah anjlok sebesar 1,56 persen.Seluruh sektor saham terkoreksi pada penutupan sesi pertama ini. Sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 6,52 persen, disusul sektor energi yang melemah 4,92 persen.

Pelemahan ini juga diikuti oleh sektor transportasi yang turun 4,43 persen, sektor infrastruktur ambles 4,13 persen, serta sektor perindustrian yang terpangkas 4,09 persen.

Situasi di pasar domestik berbanding terbalik dengan bursa regional Asia yang justru kompak menguat. Straits Times Singapura naik 0,31 persen, Nikkei Jepang melonjak 3,68 persen, Shanghai China menguat 0,15 persen, dan Hang Seng Hong Kong terangkat 0,05 persen.

Adapun 12 saham yang merosot tajam di atas 14 persen hingga terkena ARB meliputi PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) yang turun 14,95 persen ke Rp 165, dan PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) yang jeblok 14,92 persen ke Rp 770.

Selanjutnya, PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) merosot 14,86 persen ke Rp 63, PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO) jatuh 14,77 persen ke Rp 75, serta PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) anjlok 14,72 persen ke Rp 695.

Pelemahan juga melanda PT Chandra Asri Tbk (TPIA) yang terpangkas 14,66 persen ke Rp 2.270, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) jatuh 14,65 persen ke Rp 670, dan PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) berkurang 14,65 persen ke Rp 338.

Emiten lain yang masuk daftar ARB adalah PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) yang turun 14,49 persen ke Rp 236, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melorot 14,39 persen ke Rp 565, PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) melemah 14,16 persen ke Rp 97, serta PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) terkoreksi 14,04 persen menjadi Rp 765.

Di tengah kejatuhan indeks, lima saham mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk kelompok top gainers. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) memimpin penguatan setelah melonjak 25 persen menuju batas auto rejection atas (ARA) di posisi Rp 87.

Peningkatan ini diikuti oleh PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) yang melejit 16,67 persen ke Rp 182, dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang melesat 14,81 persen ke Rp 496.

Dua emiten terakhir yang menguat tinggi adalah PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) dengan kenaikan 12,7 persen ke Rp 14.425, serta PT Mega Perintis Tbk (ZONE) yang meningkat 12,38 persen menjadi Rp 454.

Artikel terkait

Rekomendasi