IHSG 8 Mei 2026 Berpotensi Menguat ke 7.240 Didorong Sentimen Global

IHSG 8 Mei 2026 Berpotensi Menguat ke 7.240 Didorong Sentimen Global
Foto: Ilustrasi IHSG 8 Mei 2026 Berpotensi Menguat ke 7.240 Didorong Sentimen Global.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Jumat (8/5/2026). Pergerakan indeks diperkirakan berada dalam rentang 7.100 hingga 7.240.

Dilansir dari Investortrust, riset pagi BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa secara teknikal, IHSG memiliki peluang untuk kembali melaju positif setelah ditutup melesat pada hari sebelumnya.

Pelaku pasar saat ini terus mencermati perkembangan konflik internasional serta rilis data cadangan devisa negara. Data tersebut diperkirakan bakal memengaruhi fluktuasi nilai tukar rupiah.

Perbaikan sentimen global turut memengaruhi laju indeks, terutama setelah adanya proposal baru dari Amerika Serikat kepada Iran guna mengakhiri konflik. Faktor ini memberikan angin segar bagi pasar modal.

Dari dalam negeri, pelaku pasar merespons positif langkah Presiden Prabowo yang menyetujui tujuh kebijakan baru Bank Indonesia. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global.

Namun, laju IHSG juga akan dibayangi oleh pelemahan pasar saham Wall Street. Indeks Dow Jones tercatat melemah 0,63%, diikuti penurunan S&P500 sebesar 0,38% dan Nasdaq yang menyusut 0,13%.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Melalui risetnya, BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk tiga saham potensial, yaitu BBNI, NCKL, dan MDKA.

Saham BBNI ditargetkan mencapai harga Rp 4.060-4.180. Sementara itu, saham NCKL memiliki target harga Rp 1.110-1.130, dan saham MDKA diproyeksikan bergerak dengan target Rp 3.270-3.400.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melonjak sebesar 81,85 poin atau 1,15% ke level 7.174. Meskipun menguat, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) yang mencapai Rp 76,40 miliat.

Aksi jual bersih oleh investor asing paling banyak melanda saham BMRI senilai Rp 315,69 miliar. Selanjutnya disusul saham BRPT sebesar Rp 128,26 miliar dan saham PTRO senilai Rp 97,70 miar.

Performa Sektor dan Saham Top Gainers

Kenaikan indeks ditopang oleh performa positif sejumlah sektor, seperti keuangan, infrastruktur, industri, kesehatan, serta consumer primer dan non-primer. Sebaliknya, pelemahan melanda sektor energi, material dasar, dan transportasi.

Beberapa saham juga mencatatkan lonjakan harga yang signifikan hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA) pada perdagangan kemarin.

Sebut saja saham DPUM yang melesat 35% ke harga Rp 162 dan saham ESIP yang melonjak 34,15% menjadi Rp 220. Lonjakan performa ini menjadi perhatian tersendical bagi para pelaku pasar.

Daftar Saham yang Mengalami Lonjakan Harga Tertinggi (ARA)
Nama EmitenPersentase KenaikanHarga Akhir (Rp)
35%16234,15%
22025%775
25%32024,79%
73019,62%6.250

Artikel terkait

Rekomendasi